Rabu, Desember 10, 2025

Bank Sampah Rengel, Gerakkan Ekonomi Hijau Desa

Share

PanenTalks, Jakarta-Melalui program Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas yang digagas oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama SKK Migas, warga Desa Rengel, Kabupaten Tuban berhasil mengubah sampah menjadi sumber daya bernilai ekonomi, sekaligus meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Program ini mulai berjalan sejak tahun 2023, ketika EMCL berperan aktif membangun Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) di Desa Rengel. Selain fasilitas fisik, EMCL juga memberikan dukungan inovatif melalui alat konversi plastik menjadi bahan bakar cair bernama Lathi Geni.

Inovasi tersebut terbukti mengubah pola pikir masyarakat terhadap sampah, dari yang semula dianggap beban menjadi sumber daya produktif.

Hingga kini, program pengelolaan sampah di Rengel telah melibatkan warga dari delapan RW yang tergabung dalam Bank Sampah. Setiap RW memiliki rata-rata 70 keluarga sebagai anggota aktif, dengan total pemasukan tabungan sampah mencapai sekitar empat juta rupiah per bulan.

Dari sisi lingkungan, warga juga aktif mengolah sekitar 30 persen sampah organik menjadi kompos dan pakan maggot yang dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian dan peternakan lokal. Inovasi tersebut tak hanya membantu mengurangi limbah rumah tangga, tetapi juga memperkuat ekonomi sirkular di tingkat desa.

“Kami bangga melihat bagaimana masyarakat Desa Rengel bertransformasi menjadi lebih mandiri. Program ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga tentang perubahan perilaku dan semangat gotong royong untuk masa depan yang lebih baik,” ujar Joni Wicaksono, Community Relations ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

Sementara itu, Kepala Desa Rengel, Mundir, menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah desa, EMCL, dan masyarakat.
“Program ini telah membawa manfaat nyata bagi warga kami. Lingkungan menjadi bersih, ada tambahan pendapatan bagi masyarakat, dan lahir kesadaran baru bahwa sampah bisa menjadi sumber penghidupan,” katanya.

Saat ini, program pengelolaan sampah yang dijalankan EMCL telah memberi manfaat bagi 5.605 rumah tangga di 10 desa di wilayah Bojonegoro dan Tuban. Model pemberdayaan berbasis lingkungan ini kini menjadi contoh praktik baik dalam pengelolaan sampah terpadu di tingkat desa.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Heru Setyadi, menegaskan bahwa inisiatif seperti ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi dan ekonomi berkelanjutan di tingkat akar rumput.
“Program pengelolaan sampah oleh EMCL di Rengel mencerminkan semangat Asta Cita Pemerintah untuk memperkuat ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan. SKK Migas terus mendorong seluruh KKKS agar berkontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat dan menjaga keseimbangan antara kegiatan industri migas dan pelestarian lingkungan,” ujar Heru.

Melalui program ini, Desa Rengel membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil — dari memilah sampah, menanam kesadaran, hingga menumbuhkan kemandirian ekonomi bagi masyarakatnya.

Read more

Local News