Selasa, Desember 16, 2025

BRIN Latih Petani Klaten Kembangkan Teknik Perbaikan Tanah Berbasis Mikroba

Share

PanenTalks, Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperluas penerapan hasil risetnya di sektor pertanian melalui pelatihan teknik perbaikan tanah berbasis mikroba bagi para petani di Kabupaten Klaten. Kegiatan ini berlangsung di Balai Pertanian Klaten, Kamis (23/10), dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan Klaten sebagai Kota Beras yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Pelatihan ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara BRIN, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Klaten, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. Melalui kegiatan ini, petani diharapkan mampu memahami dan mengaplikasikan teknologi berbasis mikroba untuk menjaga kesuburan lahan pertanian.

Anggota DPRD Kabupaten Klaten, Marthenny, menyambut baik langkah BRIN yang menghadirkan inovasi riset langsung ke tingkat lapangan. Menurutnya, pendekatan berbasis mikroba menjadi terobosan penting dalam mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia.

“Inovasi berbasis mikroba ini merupakan terobosan penting dalam mewujudkan pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan. Ketergantungan pada pupuk kimia telah menurunkan kualitas tanah. Dengan teknologi hasil riset BRIN, petani tidak hanya belajar teknik baru, tetapi juga memahami bagaimana tanah dapat memperbaiki dirinya sendiri secara alami,” ujar Marthenny.

Ia menambahkan, DPRD Klaten mendukung penuh sinergi antara BRIN, Bapperida, dan Dinas Pertanian dalam memperluas pemanfaatan hasil riset hingga ke tingkat petani.

“Hasil riset seperti ini harus sampai ke lapangan, karena di situlah manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Dengan dukungan ilmu pengetahuan, kita dapat membangun pertanian Klaten yang tangguh dan berdaya saing,” tambahnya.

Pelatihan ini dipandu oleh Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Mikrobiologi Terapan (PRMT) BRIN, Dwi Susilaningsih, yang memaparkan konsep Tanah Sehat, Tanaman Pangan Sehat, Kita Sehat. Ia menjelaskan pentingnya menjaga ekosistem tanah dengan memanfaatkan mikroorganisme alami sebagai solusi atas degradasi lahan akibat penggunaan pupuk kimia secara berlebihan.

“Kesehatan tanah menentukan kesehatan semua makhluk di atasnya. Mikroba ibarat ‘dokter tanah’ yang memulihkan vitalitas alami lahan pertanian tanpa merusak keseimbangan ekosistem,” terang Dwi.

Menurut Dwi, mikroba seperti sianobakteria berperan penting dalam memperbaiki struktur tanah, mengikat nitrogen, dan meningkatkan daya serap air. Ia juga mengajarkan petani cara membuat biostimulan mikroba secara mandiri dengan biaya terjangkau.

“Petani bisa membuat sendiri biostimulan mikroba ini dengan biaya murah. Kuncinya adalah kesabaran dan ketelitian dalam perawatan. Hasilnya, tanah menjadi lebih gembur dan tanaman padi lebih tahan penyakit,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dwi menegaskan bahwa penggunaan mikroba bukan untuk menggantikan pupuk kimia sepenuhnya, melainkan menjaga keseimbangan biologis tanah.

“Mikroba berperan penting agar tanah tidak jenuh bahan kimia. Inovasi ini adalah langkah kecil menuju masa depan besar pertanian Indonesia. Kita ingin petani menjadi ilmuwan di lahannya sendiri,” tuturnya.

Kegiatan pelatihan ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara BRIN dan pemerintah daerah. Di akhir kegiatan, dilakukan pembahasan tindak lanjut kerja sama antara Bapperida Klaten, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta BRIN, yang difokuskan pada rencana pendampingan dan uji coba teknologi mikroba di lahan percontohan.

Melalui kegiatan ini, BRIN menegaskan komitmennya dalam menghadirkan riset yang “membumi” tidak berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, terutama sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Pelatihan teknik perbaikan tanah berbasis mikroba di Klaten menjadi salah satu contoh nyata bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi dapat berkontribusi langsung terhadap peningkatan produktivitas, keberlanjutan, dan kemandirian petani Indonesia.

Read more

Local News