Jumat, Agustus 29, 2025

Cakupan Sister Province Jateng-Queensland akan Ditingkatkan

Share

PanenTalks, Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan meningkatkan cakupan kerja sama dalam program sister province dengan Queensland, Australia. Kerja sama ke duanya sudah terjalin selama 34 tahun.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, kerjasama bisa meningkat lebih lagi dari segi ekonomi dan investasi dari Australia atau sebaliknya.

“Sektor memiliki potensi besar peningkatan adalah investasi,” kata dia saat menerima kunjungan CEO dan Founder IndOz Australia, David Widjaja, Kamis, 28 Agustus 2025.

Provinsi Jateng, kata dia, memiliki banyak kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Fasilitas itu bisa menggait investasi dari Australia.

“Kita butuhkan peningkatan sumber daya manusia (SDM) di sini. Jateng itu sangat baik dari segi warga dan etos kerjanya mendukung sekali untuk orang Australia buka pabrik di sini,” katanya.

Dia melanjutkan, potensi-potensi di Jateng perlu secara masif diberikan kepada calon investor di Australia. Misalnya terkait pabrik pengolahan susu di Jawa Tengah yang kekurangan pasokan bahan mentah. Padahal kebutuhan susu ini cukup besar di Indonesia, setidaknya dibutuhkan 5 juta liter susu tetapi saat ini baru tersuplai sekitar 1 juta liter.

Menurutnya, potensi investasi pada bidang ini cukup besar. Tentunya di samping industri lain seperti agrikultur, alas kaki, dan lainnya.

“Informasi itu harus masuk ke kami di Australia. Jadi masih banyak kebutuhan itu. Mungkin yang akan dilakukan bukan pengiriman susunya, tetapi sapi-sapi yang sudah bisa dikembangkan di sini juga,” ujar diaspora yang sudah menetap di Brisbane selama 25 tahun itu.

Sektor lainnya perlu peningkatan adalah pendidikan. Pendidikan ini juga berkaitan dengan upaya peningkatan kapasitas dan kualitas SDM. Kerja sama bidang pendidikan selama ini sudah terjalin adalah pengiriman pelajar untuk belajar di Australia. Selain itu, juga pengiriman guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk transfer ilmu.

“Pendidikan ini sangat banyak, kita akan meningkatkan kerja sama agar anak-anak kita bisa belajar di sana sembari bekerja, sehingga dapat membiayai kebutuhan mereka di sana, karena biaya hidup di Australia cukup mahal,” jelasnya.

Pengiriman guru untuk belajar maupun mengajar di Australia juga meningkat. Jawa Tengah tecatat pernah mengirim guru dan kepala sekolah untuk belajar di Australia.

Dia menyebutkan, Australia masih berada di peringkat ke-31 negara berinvestasi di Jawa Tengah. Dalam lima tahun terakhir, investasi tertinggi ada pada periode semester I tahun 2025, sebesar Rp24,584 Miliar.

“Saya sudah bertemu Dubes Australia, beliau bilang kalau beberapa perusahaan sudah ekplorasi di Batam dan Riau. Kenapa tidak di Jawa Tengah karena di sini masih kecil investasinya. Maka kami akan tawarkan kawasan industri ke investor Australia,” kata Luthfi.

Realisasi Investasi Australia berdasarkan sektor paling besar adalah perdagangan dan reparasi, pertambangan, industri karet dan plastik, serta industri lainnya dan jasa lainnya.

Perusahaan Australia dengan nilai investasi terbesar selama periode tahun 2021-2025 semester I antara lain Indomus Trading Solutions (Perdagangan dan reparasi) di Kota Semarang, Alexis Pradana Mineral (Pertambangan) di Kabupaten Wonogiri dan Boyz Entertainment Program (Jasa Lainnya) di Kabupaten. Sukoharjo. (*)

Read more

Local News