Rabu, Desember 10, 2025

CMSE 2025 Jangkau Lapisan Masyarakat, Investasi Bukan Lagi Milik Segelintir

Share

PanenTalks, Yogyakarta – Semangat memperluas akses pasar modal ke seluruh lapisan masyarakat kembali digaungkan melalui perhelatan Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2025 yang berlangsung selama dua hari, 17–18 Oktober 2025, di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat literasi keuangan, memperluas inklusi pasar modal, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

Mengangkat tema “Pasar Modal untuk Rakyat: Satu Pasar Berjuta Peluang”, CMSE 2025 menghadirkan rangkaian acara edukatif dan interaktif yang terbuka bagi publik, baik secara luring maupun daring. Melibatkan ratusan mitra dari sektor keuangan, usaha, hingga komunitas, ajang ini menegaskan bahwa pasar modal kini bukan hanya milik investor institusi, tetapi menjadi ruang partisipatif bagi siapa saja.

“Satu pasar modal Indonesia mampu membuka berjuta peluang, mulai dari peluang investasi bagi masyarakat, pendanaan bagi perusahaan, hingga pertumbuhan ekonomi bagi bangsa. Pasar modal kita sudah sangat modern dan berdaya saing global, namun tetap berpijak pada nilai-nilai budaya bangsa, seperti tanggung jawab, integritas, dan semangat kolaborasi dalam membangun ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Direktur Utama BEI, Iman Rachman, saat membuka acara, Jumat (17/10).

Dalam dua dekade terakhir, jumlah investor ritel di Indonesia meningkat signifikan. Per 16 Oktober 2025, jumlah investor pasar modal hampir mencapai 19 juta, dengan lebih dari 8 juta di antaranya adalah investor saham. Lonjakan ini menunjukkan semakin banyak masyarakat yang mulai memahami pentingnya investasi sebagai bagian dari perencanaan masa depan.

Sebagai bagian dari kampanye “Aku Investor Saham”, CMSE 2025 tidak hanya menyasar kalangan profesional atau investor kawakan. Edukasi dan literasi disampaikan secara sederhana dan inklusif melalui berbagai kegiatan seperti talk show, seminar, podcast inspiratif, hingga kompetisi antar komunitas. Kehadiran aplikasi digital seperti IDX Mobile juga memperkuat akses masyarakat untuk mulai berinvestasi secara aman dan mudah.

Rangkaian “Road to CMSE 2025” telah lebih dulu digelar di berbagai daerah dengan sambutan positif dari puluhan ribu peserta. Di tingkat lokal, penguatan literasi bahkan melibatkan sekolah, perguruan tinggi, serta komunitas disabilitas dan pelaku UMKM.

“Melalui CMSE 2025, kami ingin menegaskan bahwa pasar modal Indonesia adalah milik rakyat. Siapa pun dapat berpartisipasi, mulai dari modal kecil, asalkan dengan pengetahuan dan tanggung jawab investasi yang benar. Ini bukan hanya tentang investasi, tapi tentang kemandirian finansial dan masa depan ekonomi bangsa,” tambah Iman Rachman.

Selain edukasi finansial, CMSE 2025 juga memberikan ruang bagi pelaku usaha kecil untuk unjuk gigi. Produk lokal dari berbagai UMKM binaan dipamerkan dalam booth yang menjadi bagian dari ekosistem inklusif pasar modal. Di sinilah literasi keuangan dan pemberdayaan ekonomi rakyat bertemu dalam satu wadah yang saling menguatkan.

Di tingkat daerah, semangat inklusif ini terus digalakkan. Kepala Kantor Perwakilan BEI Yogyakarta, Irfan Noor Riza, menekankan bahwa keberadaan digitalisasi dan kampanye nasional telah membantu menjangkau segmen masyarakat yang sebelumnya belum terpapar pasar modal.

“Banyak pelaku UMKM, kalangan milenial, hingga komunitas disabilitas kini mulai berpartisipasi aktif sebagai investor maupun mitra dalam ekosistem pasar modal. Dengan hadirnya inovasi digital seperti IDX Mobile serta penguatan kampanye Aku Investor Saham, kami ingin memastikan bahwa setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh bersama pasar modal Indonesia,” ujarnya.

“Kami berkomitmen untuk menghadirkan pasar modal yang inklusif dan berdaya guna bagi masyarakat, sejalan dengan semangat Satu Pasar Berjuta Peluang yang diusung pada CMSE 2025,” kata Irfan.

Selama dua hari, CMSE 2025 menghadirkan 88 booth dari berbagai sektor, serta beragam kegiatan menarik mulai dari seminar pasar modal syariah, peluncuran produk wakaf berbasis saham, talk show dengan investor dari latar belakang profesi merakyat, hingga hiburan musik dari penyanyi ternama.

Acara ini terbuka untuk umum dan dapat diikuti melalui kanal digital, menjadikan pasar modal semakin dekat dengan masyarakat luas, dan membuka peluang baru bagi ekonomi rakyat yang lebih tangguh dan mandiri. (*)

Read more

Local News