Selasa, Desember 16, 2025

Dekontaminasi Cs-137 di Cikande Capai 558 Ton Material

Share

PanenTalks, Serang – Upaya pemerintah dalam menangani kontaminasi radioaktif Cesium-137 (Cs-137) di kawasan industri dan pemukiman Cikande, Kabupaten Serang, terus menunjukkan kemajuan signifikan. Melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Cesium-137, kegiatan mitigasi dan dekontaminasi dilakukan secara intensif untuk mencegah meluasnya dampak radiasi serta melindungi kesehatan masyarakat dan pekerja di wilayah terdampak.

Ketua Mitigasi dan Penanganan Dekontaminasi Cesium-137 sekaligus Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, Rasio Ridho Sani, menyampaikan bahwa 22 pabrik yang sebelumnya terdeteksi paparan Cs-137 kini telah berhasil didekontaminasi.
“Pabrik-pabrik yang sudah selesai dekontaminasi dapat segera beroperasi kembali dengan supervisi dari BRIN dan Bapeten,” ujarnya.

Selain di kawasan industri, Satgas juga memprioritaskan pembersihan area pemukiman dan lahan kosong di Zona Merah, yaitu wilayah yang teridentifikasi memiliki kontaminasi tinggi.
“Untuk melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat, kegiatan dekontaminasi di luar pabrik, terutama di Zona Merah—termasuk pemukiman, lapak, dan lahan kosong—secara intensif terus dilakukan,” jelas Rasio.

Kontaminasi di wilayah tersebut diketahui bersumber dari penggunaan limbah peleburan logam (slag) yang terkontaminasi radioaktif dan digunakan masyarakat sebagai material urugan. Dari 12 lokasi di Zona Merah, sebanyak 5 lokasi telah berhasil didekontaminasi, sementara 7 lokasi lainnya masih dalam proses pembersihan.

Proses pembersihan dilakukan secara ketat oleh Tim Nubika Zeni TNI-AD dan KBRN Gegana Brimob Polri, dengan pengawasan dari petugas proteksi radiasi BRIN dan Bapeten. Hingga saat ini, material terkontaminasi yang telah dipindahkan dari pabrik maupun zona merah mencapai 275,87 meter kubik atau sekitar 558,8 ton.

Selain pembersihan lahan, 36.769 kendaraan juga telah diperiksa menggunakan Radiation Portal Monitoring (RPM) untuk memastikan tidak ada penyebaran radiasi melalui udara.
“Sejak 17 Oktober 2025, tidak ada lagi kendaraan yang terdeteksi mengandung Cesium-137. Ini menunjukkan adanya penurunan penyebaran radioaktif di wilayah Cikande,” kata Rasio.

Ia menegaskan, keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras lintas lembaga dan dukungan masyarakat setempat.
“Kemajuan penanganan kontaminasi ini menunjukkan keseriusan dan komitmen pemerintah melalui Satgas. Kami mengapresiasi dukungan semua pihak, warga, serta instansi terkait dalam mempercepat mitigasi dan dekontaminasi,” pungkasnya.

Read more

Local News