Rabu, Desember 10, 2025

Digitalisasi Pasar Tradisional Yogyakarta Jadi Langkah Strategis Perkuat Ekonomi Rakyat

Share

PanenTalks, Yogyakarta – Upaya menghidupkan kembali semangat ekonomi kerakyatan di Kota Yogyakarta kini memasuki babak baru melalui program digitalisasi pasar tradisional. DPRD Kota Yogyakarta menilai inisiatif ini bukan semata langkah modernisasi, tetapi juga strategi menjaga keberlanjutan ekonomi lokal di tengah perubahan perilaku belanja masyarakat.

Anggota Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Ipung Purwandari, menegaskan bahwa pasar tradisional memiliki potensi besar untuk berkembang dengan dukungan teknologi. Menurutnya, penerapan sistem digital akan membantu pasar rakyat menjadi lebih kompetitif tanpa kehilangan jati diri yang telah lama melekat.

“Digitalisasi bukan berarti meninggalkan jati diri pasar tradisional. Justru melalui teknologi, kita ingin memperluas jangkauan tanpa menghapus nilai sosial yang sudah melekat, seperti interaksi dan kebersamaan antarwarga,” kata Ipung.

Ia mencontohkan sejumlah pasar seperti Beringharjo, Giwangan, dan Pasty yang memiliki posisi strategis dan dapat dijadikan percontohan digitalisasi pasar.

Meski demikian, Ipung menekankan pentingnya pendampingan dan pelatihan bagi pedagang agar proses transformasi berjalan merata di seluruh pasar, tidak hanya di pasar besar.

Selain kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia, Ipung juga mengingatkan agar program digitalisasi tidak menambah beban bagi pedagang kecil.

“Kita dorong peningkatan omzet, tetapi bukan berarti mereka langsung dibebani pajak. Fokus utama tetap pada penguatan kapasitas pedagang dulu,” kata dia menegaskan.

Senada dengan itu, Munazar, anggota Komisi B lainnya, menilai digitalisasi pasar merupakan bagian dari langkah strategis menjaga ketahanan ekonomi lokal.

Ia menyebut, dengan 29 pasar rakyat yang tersebar di seluruh wilayah Kota Yogyakarta, potensi pengembangan ekosistem ekonomi digital berbasis rakyat sangat besar.

“Setiap pasar punya ciri khasnya. Kalau semua pasar bisa terkoneksi secara digital, bukan hanya transaksi yang meningkat, tetapi juga daya tarik wisata dan ekonomi kreatif di sekitarnya,” ujar Munazar.

DPRD mendorong agar Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta segera menindaklanjuti langkah ini melalui program-program konkret seperti pelatihan digital marketing, penerapan sistem pembayaran nontunai, serta promosi daring yang mengangkat potensi lokal.

Melalui digitalisasi pasar tradisional, DPRD berharap Yogyakarta tidak hanya mempertahankan identitasnya sebagai kota budaya, tetapi juga tampil sebagai contoh bagaimana ekonomi kerakyatan mampu beradaptasi dan tumbuh di era digital. (*)

Read more

Local News