Sabtu, Desember 13, 2025

Dorong Kemandirian Difabel: Baznas Luncurkan Kopi Keliling

Share

PanenTalks, Yogyakarta – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Yogyakarta kembali menorehkan inovasi dalam pemberdayaan umat. Kali ini, Baznas membuka pintu seluas-luasnya bagi penyandang disabilitas untuk tampil berdaya dan produktif melalui program Kopi Keliling Demi Massa, ZCoffee Mobile.

Ketua Baznas Kota Yogyakarta, Syamsul Azhari, menjelaskan bahwa ZCoffee Mobile merupakan langkah maju dari program pemberdayaan ekonomi mustahik Baznas RI. “Alhamdulillah, Baznas Kota Yogyakarta kembali mendapat hibah dua armada gerobak elektrik untuk operasional Kopi Keliling Demi Massa,” ujar Syamsul dengan penuh syukur.

Ia menambahkan bahwa sebelumnya Baznas juga telah menerima hibah untuk branding ZCoffee dan ZChicken di Mal Pelayanan Publik, menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung inisiatif ekonomi kerakyatan.

Kopi Keliling Demi Masa di Depan Apotek Unisia Pandeyan Yogyakarta.. (dok:pemkotyogya)

Pelaksana Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Kota Yogyakarta, Kengy Gilang Ramadhan, memaparkan bahwa ZCoffee Mobile baru saja memulai operasinya pada pekan pertama Juli 2025. “Kami baru mulai jalan di minggu pertama ini. Dengan satu armada yang beroperasi di depan Apotek Unisia 24 Jalan Pandeyan,” jelas Kengy.

Sementara itu, satu armada lainnya rencananya akan ditempatkan di Perpustakaan Kotabaru, memperluas jangkauan dan kesempatan bagi para penjaja kopi disabilitas.

Program ZCoffee Mobile ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi bagi penyandang disabilitas, memberikan mereka kesempatan untuk berkarya, bersosialisasi, dan membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan.

Kopi Keliling Demi Massa punya semangat yang dibawa, lanjut Kengy, yaitu kebaikan dalam segelas kopi. Sebab bukan sekadar jualan kopi saja, tapi tujuan utamanya adalah memberdayakan zakat ke arah yang produktif.

Pelanggan Kopi Keliling Demi Massa. (dok:pemkotyogya)

“Untuk operator Kopi Keliling Demi Massa baru satu, dari Prawirodirjan Gondomanan, penyandang disabilitas daksa, ada keterbatasan di salah satu kaki,” kata Kengy.

Ini merupakan wujud dari Baznas dalam menciptakan inklusivitas. “Membuka kesempatan bagi teman-teman yang semangat bekerja agar mandiri secara ekonomi,” tambahnya.

Pihaknya mengutarakan masih membuka lowongan satu orang sebagai operator Kopi Keliling Demi Massa. Terbuka untuk umum baik laki-laki maupun perempuan, dengan sistem bagi hasil dan akan diberikan pelatihan sebelum mulai bekerja.

“Lowongannya terbuka bagi siapa saja, silakan bisa langsung datang ke Kantor Baznas di Balai Kota, kalau memang cocok bisa langsung dimulai,” terangnya.

Kengy juga menambahkan, pengembangan ZCoffee akan terus dilakukan termasuk terbuka untuk kolaborasi pada berbagai event. Agar lebih dikenal dan diterima masyarakat, sehingga makin banyak yang mendapatkan manfaat dari pemberdayaan dana zakat.

Sementara itu, operator Kopi Keliling Demi Massa, Nova Kurniawan menceritakan dirinya bersyukur karena bisa mendapat kesempatan bekerja dengan harapan kesejahteraan ekonominya bisa lebih baik.

“Sebelumnya kerja di angkringan bikin kopi dan minuman, sekarang semoga rezekinya bisa lebih baik lagi, supaya bisa semakin mandiri ekonominya,” cerita pria berusia 31 tahun itu.

Terdapat empat varian minuman yang bisa dinikmati dari Kopi Keliling Demi Massa, yaitu Americano, Kopi Gula Aren, Matcha dan Cokelat dengan harga mulai Rp 8 ribu saja per gelas. Pembayaran bisa dilakukan secara tunai maupun QRIS. (*)

Editor: Rahmat

Read more

Local News