PanenTalks, Yogyakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjangkau 40 juta warga, menurut Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta, menghadapi tantangan besar meski baru berjalan satu tahun. Ia menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan untuk meminimalkan kesalahan dalam pelaksanaannya.
“Program MBG ini baru satu tahun pertama untuk 40 juta orang. Namanya pekerjaan masif, pasti ada ruang eror. Yang penting harus selalu ada evaluasi dan proses perbaikan,” ujar Sukamta di Yogyakarta, Sabtu 1 November 2025.
Meski Komisi I tidak menjadi mitra pelaksana program, Sukamta menegaskan evaluasi rutin tetap dilakukan. Ia juga optimis, melihat kapasitas Indonesia yang dinilai lebih baik dibandingkan negara lain dalam menjalankan program besar dan kompleks seperti MBG.
Namun, perhatian pada pengawasan tetap diperlukan, terutama terkait kualitas makanan, proses memasak, dan peralatan. Sukamta menyebut langkah ini penting untuk mengurangi risiko kesalahan dan melindungi keselamatan penerima manfaat.
“Saya kemarin sudah menyarankan ke berbagai pihak dan Badan POM untuk melakukan pengawasan terhadap makanan olahan, proses memasak dan alat memasak,” kata Sukamta.
“Mudah-mudahan akan menekan jumlah accident yang terjadi,” tambahnya.
Selain itu, Sukamta menegaskan bahwa program MBG penting untuk meningkatkan gizi masyarakat sekaligus mendorong pembangunan ekonomi dari bawah, mengingat keterbatasan perputaran ekonomi di kalangan masyarakat menengah ke bawah.
“Yang penting harus selalu ada evaluasi dan proses perbaikan,” tuturnya lagi.
Kasus keracunan akibat konsumsi makanan dari program MBG dilaporkan terus terjadi di DIY beberapa bulan terakhir. Berikut rentetan kasus besar yang tercatat:
30 Juli 2025: 497 siswa dari SMP Muhammadiyah 2 dan SMPN 3 Wates, Bendungan, Kulon Progo.
12 Agustus 2025: 178 siswa dari SMP Muhammadiyah 3 Mlati, SMP Muhammadiyah 1 Mlati, dan SMP Pamungkas Mlati, Sleman.
16 Oktober 2025: 426 siswa SMAN 1 Yogyakarta.
24 Oktober 2025: 214 siswa dari MAN 3 Sleman, SMPN 2 Mlati, dan SD Jombor Lor.
29 Oktober 2025: 695 siswa dari SMK Negeri 1 Saptosari (476 siswa) dan SMPN 1 Saptosari (186 siswa). (*)

