PanenTalks, Jakarta-Produk kelapa parut kering asal Indonesia kembali menembus pasar ekspor, kali ini ke Mesir. Kontrak dagang antara PT Indonesia Nua Nusantara Commodities dan perusahaan Mesir, The Egyptian Office for Customs Clearance, Import & Export, resmi diteken secara daring pada Rabu (30/4), disaksikan langsung oleh Duta Besar RI untuk Mesir, Lutfi Rauf.
Penandatanganan ini menandai ekspor perdana sebanyak satu kontainer berisi 26 ton kelapa parut kering berkadar lemak tinggi (HS 08011), dengan nilai transaksi sebesar USD 78 ribu atau sekitar Rp1,28 miliar. Potensi transaksi dalam satu tahun diperkirakan dapat mencapai USD 936 ribu atau setara Rp15,41 miliar.
“KBRI Kairo menyambut baik terealisasinya ekspor ini. Ini menunjukkan potensi besar sektor pertanian Indonesia, khususnya produk hilirisasi, sekaligus mendorong UMKM untuk terus meningkatkan kualitas dan nilai tambah,” ujar Dubes Lutfi Rauf.
Penandatanganan kontrak dilakukan oleh Direktur PT Indonesia Nua Nusantara Commodities, Muhammad Adam Ghazani, didampingi Wakil Direktur Muhammad Rayhan Afief, serta Direktur The Egyptian Office for Customs Clearance, Import & Export, Hatim Nagah.
Atase Perdagangan KBRI Kairo, M. Syahran Bhakti, menyampaikan bahwa Mesir memiliki posisi strategis sebagai pusat distribusi ke pasar Afrika, Timur Tengah, dan sekitarnya. Ia berharap kerja sama ini dapat memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.
Data Kementerian Perdagangan mencatat, ekspor kelapa parut kering Indonesia ke Mesir pada Januari 2025 mencapai USD 654 ribu, naik signifikan sebesar 101,23 persen dibandingkan Januari 2024. Sepanjang tahun 2024, total ekspor komoditas ini ke Mesir tercatat sebesar USD 5,43 juta dengan pangsa pasar 12,41 persen. Indonesia bersaing dengan Vietnam (63,71%), Sri Lanka (9,59%), Brasil (8,58%), dan India (0,8%) di pasar Mesir.
Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Kairo, Abdul Gafur, mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan mitra dagang dengan konsistensi pengiriman dan kelengkapan dokumen ekspor.
Sementara itu, Direktur The Egyptian Office, Hatim Nagah, optimistis terhadap keberhasilan kerja sama ini. “Kami berharap pengiriman bisa dilakukan dalam 40 hari setelah pembayaran uang muka, yang akan kami transfer dalam tiga hari ke depan,” ujarnya.
Direktur PT Nua Nusantara Commodities, Muhammad Adam Ghazani, menyampaikan apresiasi atas peran aktif KBRI Kairo, khususnya Atase Perdagangan, dalam memfasilitasi penjajakan pasar hingga penandatanganan kontrak.
“Fasilitasi cepat dan konkret dari tim KBRI Kairo menjadi kunci keberhasilan kami. Inisiatif ruang displai produk ekspor yang disediakan KBRI sangat membantu pertumbuhan UMKM dan pelaku ekspor muda Indonesia,” ungkap Adam.

