PanenTalks, Singaraja- Mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) melakukan inovasi teknologi tepat guna dengan menciptakan Fullset Cashew Processing Machine, satu set mesin pengolahan jambu mete
Melalui Program Kreativitas Mahasiswa – Penerapan Iptek (PKM-PI) 2025 yang didanai Kemdiktisaintek RI, tim dari Fakultas Teknik dan Kejuruan (FTK) berhasil menciptakan Fullset Cashew Processing Machine, satu set mesin pengolahan jambu mete yang kini telah dimanfaatkan oleh Kelompok Tani Lumbung Mesari di Desa Tulamben, Karangasem.
Inovasi teknologi ini hadir sebagai solusi atas tantangan yang selama ini dihadapi petani lokal, di mana mereka hanya mampu menjual mete mentah dengan harga rendah dan masih mengandalkan proses pengupasan manual yang tidak efisien.
Fullset Cashew Processing Machine ini terdiri dari alat pengupas, pengering, dan pemanggang, memungkinkan petani mengolah biji mete secara mandiri hingga siap konsumsi.
Ketua Tim PKM, Desak Nyoman Tri Novi Suryawati, menjelaskan,potensi jambu mete di Tulamben sangat besar, namun proses pengolahannya masih sederhana.
“Melalui program PKM ini, kami ingin membantu petani mengolah mete secara mandiri dan meningkatkan nilai jualnya,” ujar Desak mengutip undiksha.ac.id
Sebagai tindak lanjut, tim PKM bersama dosen pembimbing, I Gusti Lanang Agung Raditya Putra, telah memberikan pelatihan komprehensif kepada 17 anggota kelompok tani setempat.
Pelatihan mencakup seluruh proses pengolahan, dari pemisahan biji, penjemuran, perebusan, pengupasan, pengeringan, hingga roasting. Tak hanya itu, mahasiswa juga membekali petani dengan edukasi pengemasan produk dan pemasaran digital.
Ketua Kelompok Tani Lumbung Mesari, Nyoman Ratni, menyambut baik inovasi ini. “Sejak 1991 kami hanya menjual mete mentah. Kini, dengan alat ini, kami bisa memproduksi mete siap konsumsi dan menaikkan harga jual,” ungkapnya penuh apresiasi.
Dosen pembimbing, I Gusti Lanang Agung Raditya Putra, menegaskan kegiatan ini adalah wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi dan menekankan pentingnya keberlanjutan program agar petani mampu mengoperasikan alat secara mandiri dan menjadikan olahan jambu mete sebagai produk unggulan Desa Tulamben.
Inovasi ini membuka peluang besar bagi petani Tulamben untuk menembus pasar domestik bahkan ekspor, sekaligus memperkuat sektor UMKM di desa. (*)

