Senin, Desember 8, 2025

Giring Ganesha Resmikan Monumen Perjuangan Laskar Tionghoa dan Jawa Lawan VOC

Share

PanenTalks, Rembang – Monumen Perjuangan Laskar Tionghoa dan Jawa melawan VOC diresmikan beriringan dengan pelaksanaan Kirab Kimsin Makco, Minggu 20 April 2025 di Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang.

Monumen ini terletak di halaman Klenteng Cu An Kiong dan menggambarkan perjuangan rakyat Lasem melawan penjajahan Belanda. Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha memandang, Lasem merupakan simbol solidaritas lintas budaya patut dijaga dan dilestarikan.

“Ini adalah salah satu sejarah kebudayaan yang menjelaskan Rembang Lasem adalah sebuah titik solidaritas persaudaraan dan kebudayaan yang luar biasa. Dan memiliki sejarah yang luar biasa, karena dulu nenek moyang kita dari Cina datang ke sini. Dan di sini ada Kelenteng Cu An Kiong yang usianya sudah ratusan tahun,” ujarnya, dilansir dari laman jatengprov.go.id.

Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha hadir bersama Bupati Rembang Harno, menyaksikan langsung kirab menjadi magnet wisata religi dan budaya tersebut. Nuansa khas Tionghoa sangat terasa sepanjang prosesi, dengan iringan tabuhan musik tradisional dan kostum tokoh-tokoh legendaris seperti Hakim Bao, Biksu Tong Sam Cong, Sun Go Kong, Cu Pat Kay, Za Wu Jhing, Dewi Kwan Im hingga barongan.

Kirab Kimsin Makco, Minggu 20 April 2025 dimulai dari Kelenteng Cu An Kiong di Desa Soditan, menuju Kelenteng Gie Yong Bio di Desa Babagan, dan berakhir di Kelenteng Poo An Bio di Desa Karangturi, Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang. Dok rembang.kab.go.id.

Kegiatan budaya dan keagamaan tersebut diikuti ribuan peserta dari lebih dari 70 kabupaten/kota di Indonesia, dengan rute kirab melintasi sejumlah klenteng bersejarah di Kecamatan Lasem.

Kirab dimulai dari Klenteng Cu An Kiong di Desa Soditan, menuju Klenteng Gie Yong Bio di Desa Babagan, dan berakhir di Klenteng Poo An Bio di Desa Karangturi. Acara ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Makco Thian Siang Sing Bo yang ke-600 tahun lebih.

Makco, atau dikenal juga sebagai Mazu dalam budaya Tionghoa, merupakan dewi laut dihormati sebagai pelindung para pelaut dan perantau. Sementara itu, kimsin adalah patung suci dipercaya menjadi tempat bersemayamnya roh dewa dalam tradisi keagamaan Tionghoa.

” Kirab merupakan wujud nyata keragaman budaya di Rembang,” ungkap Bupati Rembang, Harno.

Kirab, kata dia, tidak hanya tentang kegiatan atau tradisi keagamaan melainkan wujud keragaman budaya yang tumbuh dan hidup di tengah masyarakat.

“Pembangunan tidak hanya tentang infrastruktur, fisik, tetapi juga pembangunan nilai, karakter dan jati diri. Melalui kegiatan ini mari pererat persaudaraan, hilangkan sekat perbedaan,” ungkapnya.

Selain kirab, berbagai kegiatan budaya telah digelar sejak Jumat (18/4) malam. Diantaranya talkshow budaya bersama tokoh nasional seperti Dahlan Iskan, Harjanto Halim dan Novi Basuki. Pertunjukan injak bara api, barongsai, leang-leong, dan pesta kembang api juga turut memeriahkan rangkaian acara.

Melalui pelaksanaan Kirab Kimsin Makco ini, Pemerintah Kabupaten Rembang berharap dapat terus memperkuat nilai toleransi, memperkaya khazanah budaya daerah, serta menjadikan Lasem sebagai pusat destinasi wisata budaya dan religi di Indonesia. (*)

Read more

Local News