Rabu, Desember 10, 2025

GKR Hemas Soroti Peran Perempuan dan Desentralisasi dalam Peluncuran Buku Terbarunya

Share

PanenTalks, Sleman – Peluncuran buku terbaru Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, GKR Hemas Menguatkan Kewenangan DPD RI: Mewujudkan Otonomi Daerah Menuju Indonesia Emas 2045, tidak hanya menjadi momentum refleksi dua dekade perjuangan DPD RI, tetapi juga menegaskan kontribusi perempuan dalam politik dan penguatan otonomi daerah.

Sebagai Wakil Ketua DPD RI yang telah mengabdi selama lima periode, GKR Hemas menekankan pentingnya keberpihakan terhadap aspirasi daerah dan peran perempuan dalam menyeimbangkan hubungan pusat-daerah.

“Buku ini adalah dokumentasi perjalanan dan semangat perjuangan menjaga marwah representasi daerah,” kata GKR Hemas dalam keynote speech di acara peluncuran buku yang diselenggarakan di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Sleman, Kamis.

GKR Hemas menyoroti tantangan yang dihadapi selama hampir 25 tahun mengabdi, termasuk pengorbanan waktu bagi keluarga, namun hal itu justru memperkuat semangatnya untuk berkontribusi bagi bangsa.

“Sudah lima periode saya mengabdi. Tentu ada rasa sedih, karena hampir 25 tahun saya harus meninggalkan sebagian peran sebagai seorang istri. Namun semangat itu justru tumbuh, tidak hanya di lingkungan keluarga besar Kraton Yogyakarta, tetapi juga dalam pengabdian saya kepada bangsa ini,” ucapnya.

Dalam buku ini, ia juga menyoroti pentingnya penguatan kewenangan DPD RI untuk memastikan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. GKR Hemas menegaskan bahwa representasi daerah bukan sekadar simbol formal, melainkan inti demokrasi yang sesungguhnya.

“DPD RI mendorong rancangan undang-undang perubahan Nomor 23 Tahun 2014. Kita ingin agar pemerintahan daerah lebih kuat, lebih adil, termasuk dalam perubahan undang-undang keistimewaan dan otonomi khusus,” ungkapnya.

GKR Hemas berharap buku ini dapat menjadi referensi bagi anggota DPD RI berikutnya, khususnya perempuan yang ingin berperan aktif dalam memperjuangkan otonomi daerah dan keadilan pembangunan.

“Saya berharap buku ini menjadi inspirasi bagi semua pihak yang peduli terhadap masa depan otonomi daerah dan keadilan pembangunan,” ucapnya menambahkan.

Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin memberikan apresiasi terhadap buku ini sebagai kontribusi intelektual dan moral, menekankan bahwa perjuangan politik bisa lahir dari kejernihan berpikir dan ketulusan pengabdian.

“Buku ini menjadi bukti bahwa perjuangan politik bisa lahir dari kejernihan berpikir dan ketulusan pengabdian. Apa yang dilakukan GKR Hemas menjadi teladan moral bagi perjuangan daerah,” katanya.

Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, menilai karya ini berhasil menyoroti dinamika peran DPD RI sejak reformasi dan pentingnya memperkuat hubungan pusat-daerah.

“Buku ini menjadi sumbangan penting bagi pengembangan wacana otonomi daerah dan penguatan lembaga perwakilan di Indonesia,” ujarnya.

Acara peluncuran juga dihadiri oleh Wakil Ketua Tim Penggerak PKK DIY GKBRAA Paku Alam, Asisten Sekda DIY Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Aria Nugrahadi, unsur Forkopimda DIY, akademisi, tokoh masyarakat, budayawan, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. (*)

Read more

Local News