PanenTalks, Boyolali – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin mengatakan, Himpaudi turut serta berpartisipasi menyukseskan program wajib belajar satu tahun prasekolah itu.
Dia mengucapkan di sela-sela upacara peringatan HUT ke-20 Himpaudi tahun 2025, di Alun-alun Kidul, Kabupaten Boyolali, Jumat 29 Agustus 2025.
“Fungsi-fungsi mereka bisa menggerakkan pendidikan-pendidikan anak ini terus berinovasi, dan kemudian terus mendedikasikan dirinya,” kata dia.
Dia berharap, mereka bisa selalu memberikan semangat komitmennya, memberikan pendidikan PAUD bermutu dan holistik untuk anak bangsa.
“Bagaimanapun Himpaudi juga memiliki satu tugas, dia harus menyosialisasikan dan bisa meningkatkan partisipasi masyarakat untuk bersekolah PAUD,” kata dia.
Himpaudi, kata dia, merupakan wadah atau rumah bagi perkumpulan pendidik dan tenaga pendidik PAUD. Berdasarkan data, Kabupaten Boyolali memiliki 800 lembaga PAUD dengan jumlah anak asuh lebih dari 27.304 anak.
Jumlah itu, kata Nawal, memerlukan ketersediaan pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) yang cukup dan berkualitas, untuk mengelola Lembaga dan anak-anak PAUD di Boyolali.
Menurutnya, Provinsi Jawa Tengah masih dihadapkan dengan berbagai masalah terkait wajib belajar satu tahun prasekolah. Di antaranya Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD Jawa Tengah pada tahun 2024 masih 47,65 persen, dan persentase anak usia 0-6 tahun yang memperoleh layanan pendidikan jenjang PAUD 14,31 persen atau sebesar 516.976 anak dari total 3.613.903 anak di Jawa Tengah.
Nawal menerangkan, ada enam program unggulan atau prioritas. Seperti PAUD Emas yaitu PAUD Berbasis Masyarakat Bebas Kekerasan dan Stunting.
Kemudian, program Sedulor PAUD atau akronim dari Siji Deso, Loro PAUD atau satu desa satu PAUD. Selanjutnya, Jateng Sayang PAUD akronim dari Jateng Semangat Apresiasi dan Nyokong PAUD.
“Tentu pemerintah tidak akan bisa bekerja sendiri mewujudkan wajib belajar satu tahun prasekolah, atau mewujudkan semua anak usia 0-6 tahun memperoleh akses layanan pendidikan jenjang PAUD,” kata dia.
Oleh sebab itu, memerlukan peran dan konstribusi Himpaudi dan semua pihak terkait. (*)