Minggu, Agustus 31, 2025

Inggris Tertarik Investasi Pengolahan Sampah di Jateng

Share

PanenTalks, Jakarta – Pemerintah Inggris menyampaikan ketertarikan untuk berinvestasi di bidang pengolahan sampah di Provinsi Jawa Tengah.

Pembahasan awal telah dilakukan saat Gubernur Ahmad Luthfi bertemu Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Dominic Jermey.

“Kami ingin tahu komposisi soal sampah dan model bisnis seperti apa. Dan secara umum ingin mengetahui potensi dan program bapak gubenur kedepannya,” kata Dominic Jermey.

Pertemuan antara keduanya usai agenda Central Java Investment Business Forum (CJIBF) di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa 29 Juli 2025. Pembahasan ini sebagai langkah strategis untuk semakin mempererat hubungan dua belah pihak.

Dominic Jeremy juga menawarkan lima sektor lain seperti energi baru terbarukan (EBT), ketahanan pangan, ekonomi dan investasi, pendidikan, dan keamanan siber.

Gubernur Ahmad Luthfi mengungkapkan, jumlah sampah di Jateng bervariasi dan berkisar 100 ton per hari di tingkat kabupaten. Sedangkan, di perkotaan seperti Semarang dan Solo bisa mencapai 1.000 ton.

Pengelolaan sampah 100-200 ton per hari bisa menggunakan sistem Refuse derived fuel (RDF). Namun hal serupa tak bisa di wilayah yang menghasilkan sampah seribu ton per hari.

“Nah nanti dikelola, ditentukan oleh Satgas. Investor juga. Apakah misal tiga daerah dijadikan satu atau bersifat mandiri kewilayahan,” ujar Ahmad Luthfi perihal sampah.

Di sisi lain, Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Dominic Jermey, menyampaikan inisiasi tawaran investasi di lima sektor.

Pertama, soal keamanan digital bagi pelaku UMKM. Tujuannya meningkatkan perlindungan digital dan daya saing UKM di pasar global. Bentuknya berupa penyediaan modul dan asistensi pembelajaran daring (e-learning) terkait keamanan siber. Rancangan modul ramah pengguna untuk aplikasi pada platform e-commerce milik pelaku usaha kecil-menengah di Jawa Tengah.

Kedua, beasiswa dan pendidikan S2 bagi ASN Pemprov Jateng di berbagai universitas di Inggris. Tawaran ini meliputi pemenuhan persyaratan akademik dan Bahasa Inggris, adaptasi sistem pendidikan dan budaya Inggris serta peningkatan kemampuan riset dan akademik ASN.

Ketiga, promosi investasi Jawa Tengah di Forum Inggris. Dominic memberikan undangan bagi Jawa Tengah mengikuti berbagai event bisnis oleh Kedubes Inggris di Jakarta. Forum seperti business meeting menjadi wadah pertemuan dengan investor Inggris.

Keempat, potensi kerja sama di sektor energi baru terbarukan, agroindustri, industri makanan, hingga wisata berkelanjutan.

Kelima, sinkronisasi program strategis 2026. Dubes Inggris ingin menyelaraskan program Inggris dengan arah pembangunan Jateng. Di antaranya di bidang infrastruktur, transformasi digital, industrialisasi, atau peningkatan SDM.

Untuk menindaklanjuti kerja sama ini, Dominic Jermey bersama tim dari Kedutaan Inggris akan bertemu jajaran pimpinan di Pemprov Jateng di Kota Semarang pada Oktober 2025. (*)

Read more

Local News