Selasa, Desember 16, 2025

Inovasi Smart Fish Sorter, Bantu Petani Lele Raih Hasil Panen Optimal

Share

PanenTalks, Sleman – Penyortiran lele secara manual kerap menjadi tantangan besar bagi para pembudidaya, terutama ketika panen raya tiba. Tak hanya menguras tenaga dan waktu, metode tradisional ini juga memiliki tingkat kesalahan yang tinggi. Melihat persoalan tersebut, sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berinovasi dengan menciptakan Smart Fish Sorter (SFS), alat sortir otomatis berbasis sensor untuk mempermudah proses pemilahan lele berdasarkan bobot.

Smart Fish Sorter merupakan hasil karya tim mahasiswa yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penerapan Iptek (PKM-PI). Tim ini terdiri dari Clarissa Cindy Marta Devany, Raisa Nayyara Sabita, dan Aulia Syifa Hasanah dari Program Studi Akuakultur, Abram Adityaswara dari Program Studi Teknik Pengelolaan dan Perawatan Alat Berat, serta Tazakka Arifin Nutriatma dari Program Studi Elektronika dan Instrumentasi.

Mereka dibimbing oleh Dr. Ega Adhi Wicaksono, S.Pi., dosen dari Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian UGM.

Alat ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan mitra peternak lele yang masih mengandalkan sortir manual.

“Adanya Smart Fish Sorter menjadi angin segar bagi para pembudidaya lele karena membantu dalam mendapatkan hasil sortir yang seragam sesuai dengan bobot lele tanpa mengeluarkan tenaga yang besar,” ujar Raisa Nayyara, salah satu anggota tim.

Ketua tim, Clarissa Cindy Marta Devany, menjelaskan bahwa alat ini dirancang khusus dengan teknologi sensor seperti load cell untuk menimbang bobot ikan serta sensor ultrasonic guna menghitung jumlah lele secara otomatis.

“Alat ini lahir dari keresahan mitra yang masih melakukan sortir manual dan sering tidak akurat,” katanya.

Dalam pengoperasiannya, lele yang dimasukkan ke main hooper akan jatuh ke weight plate yang dilengkapi load cell untuk pengukuran berat.

Selanjutnya, lele akan diarahkan menggunakan swivel arm pendorong ke jalur sortir yang sesuai bobotnya, lalu ditangkap oleh swivel arm penangkap dan dijatuhkan ke secondary hooper, sambil dihitung jumlahnya oleh sensor ultrasonic.

“Alat ini kami lengkapi dengan 6 bagian swivel arm penangkap sehingga rentang bobot lele yang disortir lebih beragam sesuai dengan kebutuhan panen mitra,” kata Abram Adityaswara, mahasiswa Teknik Pengelolaan dan Perawatan Alat Berat.

Tak hanya akurat, SFS juga mengusung konsep ramah lingkungan. Menurut Tazakka Arifin Nutriatma, mahasiswa Elektronika dan Instrumentasi, alat ini menggunakan sistem hybrid sebagai sumber dayanya.

“Smart Fish Sorter menggunakan sistem hybrid sebagai sumber energi. Penggunaan solar panel sebagai sumber energi utama menjadi alternatif yang memudahkan mitra dalam penggunaan alat dengan memanfaatkan energi dari panas matahari,” ujarnya.

Selain itu, SFS juga dilengkapi sumber energi cadangan PLN konvensional sehingga menjadikan alat ini dapat digunakan di mana pun dan kapan pun,” ujarnya.

Smart Fish Sorter diharapkan mampu mendorong efisiensi dan produktivitas petani lele dalam jangka panjang.

“Besar harapan kami untuk menjadikan alat ini sebagai solusi yang berdampak positif bagi produktivitas pembudidaya lele sehingga berperan dalam kemandirian usaha budidaya yang berkelanjutan,” tutur Aulia Syifa Hasanah. (*)

Read more

Local News