PanenTalks,Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster kembali menyalakan semangat pembangunan dengan memastikan bahwa proyek jalan tol Gilimanuk-Mengwi tetap menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Koster menegaskan, proyek ini tidak hanya tetap berjalan, tetapi juga mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat.
“Pembangunan jalan tol ini adalah napas baru bagi Bali,” ujar Koster penuh keyakinan dalam sebuah kesempatan di Denpasar, baru-baru Ini.
Pembebasan lahan sepenuhnya akan dibiayai oleh pemerintah, sementara konstruksi akan ditangani oleh pihak swasta.
Dengan dukungan anggaran pemerintah untuk pembebasan lahan dan keterlibatan investor swasta dalam konstruksi, jalan tol ini menjadi simbol kolaborasi untuk masa depan yang lebih terhubung.
Proyek ini dirancang dalam tiga fase: Gilimanuk-Pekutatan, Pekutatan-Soka, dan Soka-Mengwi—setiap tahap membawa harapan untuk memperkuat konektivitas dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Tidak hanya itu, fase kedua proyek ini akan menjadi tonggak penting, dengan alokasi anggaran hingga 5-6 triliun rupiah untuk pengerjaan konstruksi dan pembebasan lahan yang mencapai hampir 4 triliun rupiah.
Semangat pemerintah dan swasta untuk menyelesaikan proyek ini menjadi bukti nyata bahwa mimpi besar untuk Bali yang lebih maju sedang dikejar dengan langkah-langkah pasti.
Jalan tol Gilimanuk-Mengwi tidak hanya sebuah proyek, tetapi wujud nyata komitmen untuk membawa Bali melaju lebih cepat menuju kemajuan. Proyek ini adalah gerbang masa depan bagi Pulau Dewata!
Dengan statusnya yang tetap sebagai PSN, pembangunan jalan tol ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi di Bali.(*)

