Rabu, Desember 10, 2025

Jelang Akhir Tahun, Yogyakarta Siapkan Tourism Exhibition 2025 untuk Genjot Kunjungan Wisata

Share

PanenTalks, Yogyakarta – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pariwisata berupaya menjaga tren positif kunjungan wisatawan dengan menggelar Tourism Exhibition 2025. Pameran pariwisata ini dijadwalkan berlangsung pada 8 November 2025 di Plaza Malioboro dan diharapkan menjadi penggerak baru industri pariwisata lokal.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menekankan bahwa ajang ini bukan sekadar pameran, tetapi juga ruang strategis untuk memperkuat interaksi antara pelaku pariwisata dan masyarakat, sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis.

“Harapan kami adalah bagaimana kunjungan wisatawan di Kota Yogyakarta tetap tinggi, baik pada high season maupun low season. Salah satunya dengan agenda ini. Karena itu, kita harus memiliki inovasi acara dan program untuk mendukung peningkatan pariwisata di saat low season,” kata Wawan.

Pameran ini melibatkan berbagai sektor, mulai dari hotel, restoran, biro perjalanan wisata, layanan transportasi, pengelola destinasi wisata, hingga pusat oleh-oleh dan atraksi rekreasi. Wawan menekankan bahwa keberhasilan program pariwisata memerlukan sinergi antar-opd dan asosiasi pariwisata.

“Tahun 2026 kita akan menjembatani kolaborasi ini dengan lebih baik. Kita juga akan bekerja sama dengan daerah lain melalui program Sister City untuk saling mendukung pengembangan pariwisata, termasuk penguatan potensi desa wisata,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko, menyampaikan data kunjungan wisatawan yang menunjukkan tren positif. Pada 2024, tercatat 10.030.210 wisatawan dengan rata-rata lama tinggal 1,8 hari dan pengeluaran Rp2.259.943 per orang. Hingga Agustus 2025, tercatat 7.472.412 wisatawan, dengan lama tinggal rata-rata 1,75 hari dan pengeluaran Rp2.420.863 per wisatawan.

“Angka ini menunjukkan tren positif yang diperkirakan terus meningkat hingga akhir tahun, terutama pada momentum libur Natal dan Tahun Baru,” kata Wahyu.

Wahyu meyakini Tourism Exhibition 2025 akan menjadi momen penting untuk menjaga angka kunjungan, baik pada high season maupun low season.

“Semoga menjadi momentum sinergi antar-stakeholder pariwisata, memperkuat branding destinasi, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Ketua DPD GIPI DIY, Bobby Ardiyanto Setyo Aji, menyambut positif inisiatif ini, menilai pameran akan menjadi sarana untuk menghidupkan pasar pariwisata di low season melalui strategi kolaboratif.

“Paket kolaboratif bisa menghidupkan pariwisata di hari-hari biasa,” tutur dia.

Dengan berbagai inovasi dan kolaborasi lintas sektor, Yogyakarta berharap Tourism Exhibition 2025 mampu memaksimalkan potensi pariwisata dan menjaga momentum positif hingga akhir tahun. (*)

Read more

Local News