Selasa, Desember 16, 2025

Kemdiktisaintek dan Kemnaker Kolaborasi Perkuat Lulusan Siap Kerja

Share

PanenTalk, Jakarta Pemerintah terus mendorong sinergi antara pendidikan tinggi dan dunia kerja untuk memastikan lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan industri. Langkah strategis ini dilakukan melalui kolaborasi antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Pertemuan antara Mendiktisaintek Brian Yuliarto dan Menaker Yassierli di Jakarta, Selasa (21/10), menghasilkan kesepakatan integrasi perencanaan pendidikan dan ketenagakerjaan berbasis data, penguatan sertifikasi profesi, dan pengembangan kurikulum adaptif untuk menghadapi kebutuhan masa depan, termasuk di bidang green jobs, teknologi digital, dan manufaktur berkelanjutan.

“Untuk rencana pembangunan Indonesia dan dari delapan AstaCita, kita coba breakdown itu menjadi bidang-bidang apa yang akan dibutuhkan dan membutuhkan keahlian khusus,” ujar Mendiktisaintek Brian Yuliarto melalui keterangan di Jakarta, Rabu.

Brian menekankan bahwa penguatan sinergi antara pendidikan tinggi dan dunia kerja menjadi kunci agar pembangunan nasional berjalan sesuai tuntutan zaman. “Kemdiktisaintek akan menyediakan basis data pendidikan tinggi yang terintegrasi dengan kebutuhan industri nasional, guna memperkuat desain kebijakan berbasis bukti dan menekan angka ketidaksesuaian kompetensi lulusan,” jelasnya.

Menaker Yassierli menambahkan bahwa kolaborasi ini penting untuk memperkecil kesenjangan kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja, termasuk melalui penyelarasan kurikulum dan metode pembelajaran dengan tuntutan industri.

Pertemuan ini juga membahas penguatan program magang internasional bagi mahasiswa Indonesia melalui kerja sama dengan negara mitra seperti Jepang, Korea Selatan, dan Australia, agar mahasiswa mendapatkan pengalaman profesional berstandar global.

Selain itu, reformasi kebijakan beasiswa nasional, termasuk optimalisasi dana LPDP, menjadi perhatian agar dana lebih terfokus pada kebutuhan strategis pembangunan ekonomi dan industri nasional.

Kesepakatan kedua kementerian menegaskan tiga fokus utama: integrasi data lulusan dengan kebutuhan pasar kerja nasional dan global, penyusunan sistem forecasting tenaga kerja berbasis data industri, serta penguatan riset terapan dan inovasi dalam kurikulum yang sesuai kebutuhan industri.

Read more

Local News