PanenTalks, Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan program makan bergizi gratis (MBG) efektif menyerap produk pangan lokal hingga memggerakkan perekonomian daerah.
“Pembelian bahan pangan dilakukan secara langsung sehingga penyerapan produk lokal menjadi lebih cepat,” kata dia mengutip InfoPublik, Kamis 21 Agustus 2025.
Dia melaporkan, BGN telah mengeluarkan anggaran sebesar Rp8,2 Triliun mampu menggerakkan perekonomian masyarakat hingga lima sampai enam kali lipat.
Berdasarkan data BGN mencatat program MBG telah menjangkau lebih dari 20,5 juta penerima manfaat melalui 5.885 SPPG. Tersebar di 38 provinsi, 502 kabupaten, dan 4.770 kecamatan di seluruh Indonesia. Setiap SPPG melayani rata-rata 3.500 orang.
Percepatan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas jangkauan hingga 82,9 juta penerima manfaat pada tahun ini. Hal ini mencakup ibu hamil, ibu menyusui, anak balita serta siswa dari PAUD hingga SMA.
“Kami memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil tetap berlandaskan prinsip pemerataan gizi, efektivitas penyaluran, dan keberlanjutan manfaat,” kata Dadan lagi.
Program prioritas pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) terbukti tak hanya meningkatkan gizi penerima manfaat, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah.
Rata-rata satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengelola dana sekitar Rp10 Miliar per tahun. Dari jumlah itu, 85 persen berguna untuk membeli bahan baku dan 95 persen berasal dari sektor pertanian.
“Jadi program ini sebetulnya sejalan dengan swasembada dan ketahanan pangan,” kata dia. (*)