Rabu, Desember 10, 2025

Lahan Gersang Sekolah Jadi Konservasi Air Berkat Tirtanovasi IDEP

Share

PanenTalks,Buleleng– Halaman SDN 4 Munduk, Banjar, Buleleng, yang dulu gersang, kini bertransformasi menjadi Taman Mekar, sebuah taman yang sejuk, asri, dan sarat makna.

Taman ini membuktikan pendidikan konservasi bisa dimulai dengan langkah sekecil apa pun, namun berdampak sangat besar.

Perubahan inspiratif ini terwujud setelah SDN 4 Munduk memenangkan kompetisi Tirtanovasi IDEP Foundation, sebuah ajang bergengsi yang mencari solusi nyata dalam konservasi air.

Dengan suntikan hibah Rp 6 juta dari Yayasan IDEP Selaras Alam, impian menjadikan sekolah sebagai pusat belajar lingkungan kini menjadi kenyataan.

Taman Mekar kini menjadi magnet bagi 96 siswa, mengalihkan waktu istirahat mereka dari sekadar bermain menjadi momen pembelajaran yang menyenangkan.

Di bawah rindangnya pohon, lengkap dengan kolam ikan dan pancuran yang menenangkan, anak-anak diajarkan filosofi pentingnya air.

Plt Kepala SDN 4 Munduk, Gede Dedy Suwartawan, melanjutkan tongkat estafet visioner dari kepala sekolah sebelumnya. Ia menekankan Taman Mekar adalah investasi jangka panjang.Anak-anak sekarang tidak sekadar beristirahat, mereka belajar sambil bernapas di lingkungan yang mereka jaga sendiri.

Mereka mempelajari tentang pohon yang menyimpan air seperti beringin dan kayu tulak, mereka mempraktikkan langsung cara mengolah sampah menjadi kompos.

“Ini adalah cara terbaik mewariskan kesadaran, bukan sekadar teori,” ungkap Dedy.

Melalui program Tirtanovasi, IDEP tidak hanya fokus pada inovasi sekolah, tetapi juga pada jaminan ketersediaan air di bawah tanah.

Edward Angimoy dari IDEP Selaras Alam menyampaikan harapan besar:Pihaknya ingin masyarakat tidak hanya berinisiatif, tapi juga menciptakan solusi nyata. SDN 4 Munduk menunjukkan hal itu.

Pendekatan sederhana namun inovatif tentang konservasi air, yang bisa dilihat dan disentuh langsung oleh anak-anak, sangatlah penting.”Sebagai bentuk dukungan krusial, IDEP juga membangun Sumur Imbuhan di sekolah tersebut.

Dengan kedalaman 32 meter dan biaya sekitar Rp 50 juta, sumur ini berfungsi sebagai ‘suntikan’ air ke lapisan Aquifer di dalam tanah. Taman Mekar adalah bukti nyata bahwa sekolah dapat menjadi agen perubahan paling efektif. Semangat ini digaungkan juga oleh pemenang Tirtanovasi lainnya yang tersebar di Bali:

Di SMA Negeri 1 Penebel, Tabanan, semangat konservasi diwujudkan melalui Sistem Tower Ganda yang canggih untuk menampung air hujan dan mendaur ulang air limbah cuci tangan—mengubah sampah menjadi sumber daya! Di SD Negeri Besan, Klungkung, anak-anak menjadi arsitek lingkungan dengan mengembangkan Taman Hujan Sekolah, sebuah sistem resapan alami yang menangkap setiap tetes air hujan untuk menghidupi kebun sekolah mereka.

Kisah SDN 4 Munduk mengirimkan pesan kuat: setiap sekolah, setiap komunitas, memiliki potensi luar biasa untuk menjadi pahlawan lingkungan.

Melalui edukasi menyentuh hati dan inovasi yang dilihat mata, generasi muda dipersiapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga penjaga masa depan air di Bali.(*)

Read more

Local News