Rabu, Desember 10, 2025

Madu Klanceng Sebagai Pangan Fungsional Masa Depan

Share

PanenTalks, Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meneliti potensi manfaat Madu Klanceng menjadi pangan fungsional masa depan.

Madu Klanceng adalah madu lebah tanpa sengat memiliki kandungan kadar gula antara 40– 50 persen. Kadar ini lebih rendah dari madu lebah Apis sebesar 55–61 persen dengan proporsi terbesar adalah glukosa.

Ada juga fruktosa dan trehalose, asam amino, asam organik, senyawa antioksidan dan berbagai mineral penting lainnya.

Periset Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan, madu jenis lebah mengandung bakteri baik, yaitu bakteri asam laktat baik. Kandungan ini membantu menjaga kesehatan saluran cerna manusia.

Terdapat kandungan gula khas hanya ada dalam madu lebah Klanceng. Hal itu merupakan gula fungsional alami, yaitu gula trehalose memiliki manfaat baik oleh manusia,” ungkap Ema Damayanti mengutip dari brin.go.id.

Dia menilai, kandungan gula dalam madu Klanceng mempunyai indeks glikemiks rendah sehingga aman bagi penderita diabetes.

Madu Klanceng memiliki kandungan senyawa antioksidan serta antibakteri. Madu ini mengandung beberapa metabolit atau senyawa aktif.

Dia menyebutkan, kantong madu lebah Klanceng atau limbah dari hasil pemisahan madu telah melalui proses pemerasan sehingga bermanfaat sebagai propolis.

“Kandungan terdapat dalam propolis bermanfaat bagi kesehatan sebagai antibakteri, antioksidan, anti-inflamasi, dan antikanker. Hal tersebut baik sebagai suplemen untuk menjaga kesehatan,” papar Ema.

Ema sedang membuat formula dari madu lebah Klanceng ini sebagai pangan fungsional, bahan pengawet. Selain itu, pengganti gula lebih sehat aman konsumsi.

Pihaknya juga membuat suplemen probiotik bakteri baik dari madu Klanceng ini.

Budidaya lebah Klanceng juga tergolong mudah, karena lebah ini bisa hidup di habitat tropis sangat cocok dengan geografis Indonesia.

Budidaya Lebah Penghasil Madu Klanceng

Syaratnya terdapat pepohonan penghasil resin atau getah untuk lebah membuat kantong madu, sumber nektar, dan sumber pollen atau serbuk sari.

“Lebah ini menyukai pohon buah-buahan dan bunga penghasil nektar, seperti pohon mangga, jambu, rambutan, randu, bunga kaliandra, xhantos, ketongkeng, air mata pengantin, dan lain sebagainya,” kata dia.

Persyaratan lainnya adalah lingkungan budidaya lebah harus terbebas dari pestisida, khususnya insektisida sebab dapat mengancam kehidupan lebah.

Adapun, perbedaan madu jenis Klanceng dan madu dari lebah Apis adalah madu Klanceng cenderung lebih encer.

Kadar airnya lebih tinggi dan agak asam rasanya karena pH lebih rendah. Sedangkan madu Apis cenderung kental karena viskositas tinggi dan rasa manis.

Namun demikian, dari sisi warna sama-sama memiliki kemiripan yaitu antara kuning kecokelatan hingga cokelat. (*)

Read more

Local News