Minggu, Agustus 31, 2025

Mentan Sebut Ekosistem Sehat Kunci Kedaulatan Pangan

Share

PanenTalks, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyiapkan ekosistem pangan yang sehat sebagai kunci perwujudan kedaulatan pangan.

“Kami ingin sampaikan beberapa hal. Di pertanian ini, tujuan kami jelas yaitu membangun ekosistem pangan yang sehat. Selama ini banyak terjadi anomali di mana-mana, dan inilah yang ingin kita benahi bersama,” kata dia mengutip pertanian.go.id, Sabtu 30 Agustus 2025.

Dia mengatakan, pemerintah telah menerbitkan berbagai Instruksi Presiden (Inpres) berfokus pada percepatan pembangunan pangan dalam delapan bulan terakhir. Delapan langkah percepatan pembangunan pangan mulai dari penataan regulasi, pemenuhan pupuk kini sudah merata. Selain itu, rehabilitasi dan pembangunan irigasi 2 juta hektare, optimalisasi lahan, hingga pencetakan sawah baru.


“Hasilnya, stok pangan nasional saat ini disebutnya sebagai yang tertinggi dalam sejarah, diiringi dengan peningkatan kesejahteraan petani,” kata dia.

Dia melanjutkan, Nilai Tukar Petani mencapai 122 persen, jauh di atas target 110 persen. PDB pertanian pun menopang ekonomi nasional dan menjadi yang tertinggi dalam sejarah.

Meski capaian besar telah diraih, Amran menilai pembenahan pasar masih menjadi pekerjaan rumah penting. “Kita produsen CPO terbesar, ayam, telur, bahkan bawang merah, tapi pernah terjadi kelangkaan atau harga tinggi di dalam negeri. Distorsi seperti ini harus kita akhiri,” kata dia.

Menurut dia, pemerintah menyiapkan operasi pasar besar-besaran melalui penyaluran beras SPHP. Pihaknya sudah menyiapkan 1,3 juta ton untuk stabilisasi.

“Jika pasar sehat, maka ekosistem pangan juga sehat. Petani sejahtera, konsumen terbantu, pengusaha pun tenang,” terang dia.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan, GPM memiliki tiga tujuan utama, yakni menyalurkan beras murah bagi masyarakat, menjaga pasokan dan stabilisasi harga, serta mendukung pengendalian inflasi di seluruh wilayah NKRI.

Hingga saat ini, Bulog telah menyalurkan beras SPHP sebanyak 290.016 ton atau 19,33 persen dari target, melalui sekitar 30.375 mitra tersebar di seluruh Indonesia. Penyaluran melalui jaringan pasar, koperasi, pemerintah daerah, hingga TNI, Polri, dan ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart.

Untuk realisasi per 29 Agustus, penyaluran harian bahkan mencapai hampir 6.000 ton, angka tertinggi dari rata-rata harian. (*)

Read more

Local News