PanenTalks, Cilacap – Upaya Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) dalam menerapkan program hilirisasi sektor pertanian dan perikanan di Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mendapat apresiasi dari Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy.
Kunjungan Rachmat ke Nusakambangan bersama Menteri Imipas Agus Andrianto pada Rabu (5/11) menjadi pengalaman yang berkesan. Ia menilai kegiatan tersebut menunjukkan bagaimana teori pembangunan ekonomi dapat diwujudkan secara nyata di lapangan.
“Sejak lama saya ingin hadir di sini. Baru kali ini saya mendapat kesempatan dan bersyukur diundang oleh Bapak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ujarnya.
Rachmat mengaku terkesan dengan penerapan konsep hilirisasi yang dilakukan langsung oleh para warga binaan di lapas Nusakambangan. Menurutnya, praktik tersebut jauh dari bayangannya sebelumnya.
“Para warga binaan justru menjadi teladan bagi masyarakat yang ingin belajar pertanian dan perikanan,” katanya.
Ia menjelaskan, program hilirisasi di Nusakambangan tidak hanya menyasar komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti udang dan ikan, tetapi juga melibatkan pengolahan ikan sidat menjadi unagi — produk olahan bernilai tambah tinggi yang memiliki potensi ekspor.
Menurut Rachmat, langkah konkret tersebut sejalan dengan arah kebijakan pembangunan yang menjadi bagian dari Astacita Presiden Prabowo Subianto.
“Saya sangat mengapresiasi langkah ini,” ucapnya.
Lebih lanjut, Rachmat berharap upaya yang dilakukan Kementerian Imipas dapat menjadi contoh bagi lembaga pemerintah lain dalam mengembangkan inovasi dan keberlanjutan program pembangunan ekonomi berbasis pemberdayaan.
“Semoga program ini terus berkelanjutan dan menjadi teladan bagi pemerintah dan lembaga lain,” kata Menteri PPN.
Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Purwadi Arianto, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, serta sejumlah pejabat dan pesohor lainnya termasuk Irfan Hakim.

