PanenTalks, Badung– Gerakan ekonomi syariah di Indonesia kini tak lagi hanya bicara soal lembaga keuangan atau produk perbankan.
Melalui Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), arah pengembangan ekonomi kini lebih berfokus pada kesejahteraan kolektif dan inklusivitas untuk seluruh lapisan masyarakat.
“Kita sedang bergerak menuju bangunan ekonomi yang lebih berorientasi pada kepentingan masyarakat luas,” ungkap Sekretaris IV Pengurus Pusat MES, Teguh Santosa, saat membuka Musyawarah Wilayah MES Provinsi Bali di Hotel Santika Kuta.
Teguh menyebut, agenda ini sejalan dengan program pemerintah dalam RPJM 2025-2029, di mana semangat ‘ekonomi untuk umat’ semakin menguat.
Menurut Teguh, esensi utama dari ekonomi syariah adalah inklusivitas, yaitu partisipasi dan pelibatan banyak orang.
Hal ini membedakannya dari sistem ekonomi konvensional yang sering kali hanya menguntungkan pemilik modal.
“Bukan hanya pengusaha atau pemodal, tapi pekerja juga mendapat perhatian besar,” tegas Teguh.
Ia mengutip pepatah Islam, “bayarlah upah sebelum kering keringatnya,” yang menjadi bukti nyata bagaimana ekonomi syariah membangun hubungan industrial yang adil dan beretika.
Lebih dari sekadar ibadah, kerja dan interaksi sosial dalam Islam adalah bagian tak terpisahkan dari beribadah.
“Kita bekerja, kita berusaha, itu bagian dari ibadah. Kita berhubungan dengan sesama, itu juga bagian dari ibadah,” jelasnya.
Diakui Ketua MES Bali, Pinto Wahyudi, tantangan untuk membumikan ekonomi syariah di Pulau Dewata masih besar. Namun, hal itu justru menjadi motivasi bagi MES Bali untuk gencar melakukan sosialisasi dan meningkatkan literasi.
Pinto juga menyoroti pentingnya sertifikasi halal, yang dianggapnya sebagai jembatan bagi ekonomi syariah untuk merangkul semua kalangan. Kesadaran akan produk halal di Bali sudah sangat tinggi.
“Ini bukan hanya soal agama, tapi soal kualitas, kebersihan, dan jaminan bagi semua orang,” kata Pinto. Ia menegaskan, sertifikasi halal bukan sekadar label, melainkan standar yang membuat sebuah produk menjadi lebih baik dan terpercaya. (*)