Rabu, Desember 10, 2025

Mulai Mei, Parkir Di Kota Yogyakarta Makin Praktis Dengan QRIS

Share

Panentalks, Yogyakarta – Pemerintah Kota Yogyakarta menargetkan seluruh juru parkir (jukir) di wilayahnya menggunakan QRIS yang merupakan sistem pembayaran nontunai dengan QR Code untuk mendukung layanan perparkiran.

Sosialisasi dan edukasi sistem pembayaran digital bagi jukir di Kota Yogyakarta sebagai upaya perluasan penggunaan kanal pembayaran retribusi secara nontunai dan memudahkan pelayanan parkir kepada masyarakat.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta Agus Arif Nugroho menyebutkan sistem pembayaran digital itu akan memudahkan jukir dan masyarakat dalam membayar retribusi parkir.

“Bagaimana agar masyarakat yang menggunakan jasa layanan parkir bisa membayar tanpa harus ribet. Juru parkir tidak usah ribet tidak usah menyiapkan uang kembalian. Tinggal membuka rekening,” kata Agus.

Pada tahap awal ada 10 jukir yang menjadi pilot project atau percontohan sistem pembayaran digital menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Sepuluh jukir itu tersebar di Jalan Diponegoro, Brigjend Katamso, Mataram, Jalan Laksda Adisutjipto dan KH Ahmad Dahlan. Masing-masing jalan tersebut ada 2 jukir yang menjadi pilot project pembayaran dengan QRIS. Pengguna jasa tetap mendapatkan tiket atau karcis sebagai bukti parkir dan pembayaran bisa memakai QRIS,

Dishub Kota Yogyakarta menargetkan jumlah jukir pengguna QRIS akan bertambah menjadi 100 orang pada akhir Mei 2025.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Sri Darmadi Sudibyo mendukung langkah tersebut dan menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar terbiasa dengan sistem pembayaran digital. Dia juga berharap para jukir di Kota Gudeg dapat menjadi agen edukasi bagi masyarakat di lapangan.

“Pada intinya bahwa kalau perparkiran ini kita dorong untuk menggunakan secara digital, harapannya semuanya akan lebih tercatat dan memudahkan pada saat costumer itu membayar. Tidak perlu lagi (uang) kembalian, sehingga dengan digitalisasi ini betul-betul akan memberikan kemanfaatan. Mempercepat administrasi dan Dinas Perhubungan juga akan semakin mudah di dalam melakukan manajemen terkait perparkiran,” terang Sudibyo.

Salah satu juru parkir yang menjadi pilot project pembayaran digital QRIS Uhlul Intanti menyambut baik sosialisasi itu karena dengan QRIS akan memudahkan pembayaran parkir bagi masyarakat yang membawa uang besar.

“Harapannya ke depan misalnya ada (pengguna parkir) yang membawa uang lebih besar atau kita tidak ada uang kembali, mereka bisa lewat QRIS,” kata Uhlul juru parkir di Jalan Laksda Adisucipto. (*)

Read more

Local News