Rabu, Desember 10, 2025

Pameran EHEF 2025 di Yogyakarta Buka Jalan Mahasiswa Indonesia Menuju Kampus Ternama Eropa

Share

PanenTalks, Yogyakarta – Kolaborasi pendidikan antara Indonesia dan negara-negara Eropa semakin kuat dengan digelarnya European Higher Education Fair (EHEF) 2025 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis, 6 November 2025.

Untuk keenam kalinya, Delegasi Uni Eropa (EU) menghadirkan pameran pendidikan tinggi bergengsi ini di Yogyakarta. EHEF mempertemukan pelajar Indonesia dengan perwakilan lebih dari 80 universitas dari 15 negara anggota Uni Eropa, termasuk Belgia, Jerman, Prancis, Italia, Belanda, hingga Finlandia.

Ajang tahunan ini menjadi ruang bagi siswa, mahasiswa, dan akademisi untuk mengenal lebih jauh sistem pendidikan di Eropa, peluang beasiswa, serta kehidupan akademik di berbagai negara.

Tak hanya kampus, lembaga pendukung seperti Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Beasiswa Garuda turut berpartisipasi memberikan informasi seputar pendanaan studi di luar negeri.

Setelah Yogyakarta, EHEF akan berlanjut ke Jakarta pada 8–9 November 2025. Acara ini menjadi penyelenggaraan ke-17 kalinya di ibu kota, dengan catatan lebih dari 6.000 pengunjung hadir setiap tahun.

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Denis Chaibi, menyebut EHEF bukan sekadar ajang promosi pendidikan, melainkan bentuk nyata komitmen Eropa untuk mempererat hubungan antarbangsa melalui pengetahuan dan kolaborasi.

“Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia bangga telah menjadi tuan rumah EHEF sejak 2008. EHEF menunjukkan komitmen Tim Eropa untuk mendukung mahasiswa Indonesia dalam mewujudkan keinginan mereka untuk belajar di Eropa dan mewujudkan misi institusi pendidikan tinggi Indonesia dalam menjalin kemitraan dengan institusi pendidikan tinggi Eropa,” ujar Denis Chaibi.

Ia menegaskan, pendidikan tinggi memainkan peranan penting dalam strategi Global Gateway Uni Eropa yang menekankan inovasi, pengembangan keterampilan, dan pemahaman lintas budaya.

“Pendidikan tinggi memainkan peran penting dalam strategi Global Gateway Uni Eropa, mendorong inovasi, pengembangan keterampilan, dan pemahaman lintas budaya yang mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan transformasi digital di seluruh dunia,” kata dia.

“Dengan berinvestasi dalam kemitraan dan peluang pendidikan, Uni Eropa berkomitmen untuk memberdayakan generasi pemimpin global berikutnya dan berkontribusi pada masa depan yang lebih terhubung, sejahtera, dan tangguh,” tutur Denis menambahkan.

Melalui program Erasmus+, Uni Eropa aktif memfasilitasi pertukaran mahasiswa, pengembangan kurikulum, hingga riset bersama antara kampus Indonesia dan Eropa. Program ini juga mendukung peningkatan pendidikan vokasi dan keterampilan yang sejalan dengan rantai nilai Global Gateway.

Setiap tahun, lebih dari 4.000 mahasiswa Indonesia menempuh studi di Eropa, baik secara mandiri maupun melalui beasiswa. Dari jumlah tersebut, lebih dari 1.000 beasiswa diberikan melalui Erasmus+ dan berbagai program yang dijalankan negara anggota Uni Eropa.

Sebagai tuan rumah, UGM kembali berperan penting memperkuat jejaring akademik lintas benua. Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menyatakan bahwa kehadiran EHEF memberikan manfaat besar bagi pengembangan akademik di Indonesia.

“UGM merasa sangat terhormat menjadi tuan rumah EHEF untuk kedua kalinya, setelah sebelumnya berhasil menarik lebih dari 2.000 pengunjung di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM. Eropa telah menjadi benua yang sangat penting bagi UGM karena kami aktif berkolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan tinggi, perusahaan, dan perwakilan negara dari lebih dari 20 negara Eropa,” ucap Rektor

“Oleh karena itu, acara ini juga memegang peran strategis sebagai sarana untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, peneliti, dan mahasiswa guna menciptakan hubungan dan potensi kemitraan yang lebih kuat antara UGM dan para peserta,” ujar Ova.

Peresmian acara dilakukan secara simbolis oleh Prof. Dr. Puji Astuti, S.Si., M.Sc., Apt., Direktur Kemitraan dan Relasi Global UGM, bersama Goncalo Guedes, Communication Coordinator Delegasi Eropa untuk Indonesia.

“EHEF menjadi kesempatan luar biasa bagi siswa dan mahasiswa untuk mengenal berbagai pilihan pendidikan di Eropa. Kami melihat adanya semangat belajar yang besar dari generasi muda Indonesia. Universitas Gadjah Mada bangga dapat menjadi bagian dari kolaborasi ini dan berbagi komitmen bersama dalam memajukan pendidikan demi masa depan yang lebih baik,” ujar Puji Astuti.

Wadah Inspirasi dan Peluang Global

Antusiasme peserta terlihat memenuhi seluruh area pameran. Ratusan siswa SMA, mahasiswa, hingga dosen memadati stan universitas untuk mencari informasi program studi dan beasiswa.

“Pameran ini ingin mengajak sebanyak-banyaknya pelajar dan mahasiswa Indonesia untuk merasakan pengalaman pendidikan, studi pendidikan tinggi, serta pengalaman hidup dan sosial budaya di negara-negara Eropa,” ujar Guedes.

Dengan semangat kolaborasi dan pertukaran pengetahuan, EHEF 2025 diharapkan menjadi jembatan bagi generasi muda Indonesia untuk menembus dunia akademik internasional dan berkontribusi dalam membangun masa depan global yang lebih inklusif. (*)

Read more

Local News