Jumat, Agustus 29, 2025

Pasar Merdeka Hidupkan Potensi Karya Seni dan UMKM Yogya

Share

PanenTalks, Yogyakarta – Puluhan pelukis meramaikan pameran seni dan bazar UMKM Pasar Merdeka di Taman Budaya Embung Giwangan (TBEG). Ada 80 pelukis yang hadir dalam acara yang berlangsung selama 4 hari mulai 28 sampai dengan 31 Agustus 2025 ini.

Puluhan pelukis tersebut tidak hanya berasal dari wilayah Yogyakarta. Tapi juga datang dari Solo, Madiun, Tasikmalaya, Semarang. Serta ada pula yang datang dari kota/kabupaten lain di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menyampaikan, Pasar Merdeka menjadi suatu kegiatan yang punya ciri khas dengan menghadirkan pameran seni dan budaya disandingkan dengan potensi UMKM.

“Ini menjadi sesuatu yang berbeda karena core bisnis event ini adalah karya seni budaya. Kami optimis Yogyakarta bisa menjadi center of excellence dan center of referral bagi daerah lain. Dengan harapan kegiatan seperti ini bisa mendatangkan wisatawan, para penikmat karya seni budaya,” ujar Hasto, Kamis, 28 Agustus 2025 usai meresmikan Pasar Merdeka.

Pihaknya menyatakan, TBEG hadir menjadi ruang bersama untuk menjaga dan melestarian nilai seni budaya. Sekaligus menumbuhkan cara baru menghidupkan UMKM, berkolaborasi dengan para seniman dan budayawan.

Tenda UMKM di Pasar Merdeka. (dok:pemkotyogya)

“Kita lihat seniman dari daerah lain juga hadir di Yogyakarta, ada juga para profesor seni, kemudian anak-anak muda dari Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR), karya-karya mereka luar biasa. Sehingga ini juga usaha bagaimana meningkatkan pendapatan masyarakat dari karya seni dan potensi UMKM di sini,” kata dia.

Bangkitkan Potensi Seniman

Sementara itu, Pembina Koperasi Seniman dan Budayawan Adiluhung Yogyakarta (KOSETA), Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Prabukusumo menjelaskan, Pasar Merdeka menjadi satu gagasan untuk membangkitkan potensi para seniman dan budayawan juga UMKM di Yogyakarta.

“Apa yang menjadi potensi di Yogyakarta harus kita hidupkan melalui ragam aktivitas, agar bisa maju dan berkembang. Supaya bermanfaat lebih luas untuk masyarakat, khususnya para pelaku seni. Karya lukis yang ada di pameran ini juga luar biasa. Semoga Pasar Merdeka menjadi titik temu seniman dan penikmatnya, juga konsumen yang akan membeli maupun mengapresiasi karya mereka,” jelasnya.

Sementara itu pelukis asal Madiun, Agus Yusuf yang juga seorang pelukis mulut menceritakan, dirinya membawa satu karya berjudul Bugar, lukisan yang menampilkan tiga kuncup bunga mawar yang hendak mekar.

Agus, seniman difabel asal Madiun. (dok:pemkotyogya)

“Pameran yang inklusif, memberikan ruang bagi seniman difabel, saya sudah beberapa kali ikut terlibat dalam pameran seni di Yogyakarta sejak tahun 2001. Kali ini harapannya bisa memuaskan para seniman juga penikmat karya seni,” katanya. (*)

Table of contents [hide]

Read more

Local News