Rabu, Desember 10, 2025

Pemkot Yogyakarta Bongkar Keramba di Sungai Code, Antisipasi Banjir Musim Hujan

Share

PanenTalks, Yogyakarta – Menjelang puncak musim penghujan, Pemerintah Kota Yogyakarta mulai bergerak cepat mengantisipasi potensi banjir dengan menormalisasi aliran sungai. Salah satu fokus utamanya adalah Sungai Code dengan membongkar belasan keramba ikan milik warga, khususnya di kawasan bawah Jembatan Kleringan, Kotabaru.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan pembongkaran keramba merupakan bagian dari langkah preventif agar aliran air sungai tetap lancar.

Menurutnya, berbagai aktivitas warga di sekitar dan di dalam sungai, termasuk pemeliharaan hewan ternak dan ikan, perlu ditertibkan demi mencegah potensi luapan air saat hujan lebat.

“Di Sungai Code ada yang memelihara ayam, ada yang memelihara bebek, ada yang memelihara ikan, keramba, itu dan kerambanya terbuat dari beton, tadi kita lihat beton itu. Nah, kalau tidak kita mulai dibersihkan, image-nya bahwa sungai itu boleh untuk itu semua,” kata Hasto, Senin, 20 Oktober 2025.

Hasto menjelaskan, proses pembongkaran dilakukan secara bertahap dan dengan pendekatan persuasif. Pemerintah melibatkan tokoh masyarakat setempat, termasuk RT, RW, lurah, serta dukungan dari Kodim Yogyakarta, agar kegiatan berjalan lancar dan mendapat dukungan warga.

Ia menambahkan, alat berat akan segera dikerahkan dalam waktu dekat untuk mempercepat proses pembersihan area sungai dari keramba maupun endapan tanah dan sampah lainnya.

“Kalau sungai ini terjadi pendangkalan, kemudian ada volume air yang lewat di sungai itu tertutup, terhalang oleh ada barang-barang di sungai, berisiko terjadi banjir meluap, ya. Itu yang harus kita antisipasi,” ungkapnya.

“Minggu depan alat (beratnya) kita pindah sini. Tapi kalau Mergangsan kan tidak harus mengkondisikan seperti sini. Kalau sini kan banyak aktivitas warga. Nah, makanya ini kita mengkondisikan hari ini. Jadi minggu depan harapan saya sudah tidak ada lagi yang bermasalah,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta, Umi Akhsanti, mengatakan ada sekitar 15 keramba yang dibongkar, baik permanen maupun semi permanen. Pemerintah telah memberikan waktu kepada warga untuk memanen ikan terlebih dahulu guna menghindari kerugian.

“Ini sebagai tahap awal, karena nanti masih ada tahap-tahap berikutnya. Untuk tahap awal di sekitar Jembatan Kleringan ini, kita nanti akan mulai pembersihan keramba,” ujarnya.

“Tentunya kita beri sekadar tali asih. Tapi untuk ini kita bongkarnya nunggu mereka panen dulu, jadi masyarakat, petaninya tidak rugi karena sudah panen dulu,” kata dia menambahkan.

Tak hanya membongkar keramba, tim gabungan juga akan membersihkan sungai dari sedimen, bebatuan, serta tumbuhan liar yang mempersempit aliran air.

Umi menuturkan, kegiatan normalisasi ini sudah berjalan sejak sebulan lalu, dimulai dari kawasan Mergangsan, kemudian berlanjut ke Tungkak, dan kini ke area Jembatan Kleringan. Targetnya, seluruh pengerjaan rampung sebelum akhir November, tergantung cuaca.

“Kalau intensitas hujan sudah tinggi, alat berat tidak bisa turun ke sungai. Jadi selama belum hujan deras, kami optimalkan pekerjaan di sepanjang Sungai Code,” ujar Umi.

Aksi ini juga didukung penuh oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta. Kepala DLH, Rajwan Taufiq, menyatakan pihaknya menurunkan Satgas Sungai dan petugas kebersihan taman untuk membantu proses pembongkaran dan pembersihan area sungai.

“Nanti Sungai Code ini menjadi tempat yang bersih, nyaman, dan menjadi salah satu ikon wisata di Kota Yogyakarta,” ungkapnya.

Dengan pembongkaran ini, Pemkot Yogyakarta berharap fungsi Sungai Code sebagai ruang publik dapat dipulihkan, sekaligus meminimalkan risiko banjir saat curah hujan meningkat dalam waktu dekat. (*)

Read more

Local News