PanenTalks, Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat hingga Oktober 2025 sudah ada 5,7 juta penerima manfaat program makan bergizi gratis sudah terlayani.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan, pembangunan SPPG di provinsi ini dapat memberikan manfaat kepada 400 ribu orang penerima dan memberikan lapangan pekerjaan untuk sekitar 5.000 orang.
“Saat ini kami terus melakukan pembangunan, kita masuk ke 672 SPPG dan terus akan kita laksanakan untuk bisa mencapai target 1.000 lebih SPPG (se-Indonesia),” kata dia.
Dia mengucapkan saat SPPG Polrestabes Semarang di kompleks Asrama Polisi Gedawang, Banyumanik, Kota Semarang.
Tambahan operasional 35 unit SPPG dan groundbreaking kurang lebih 27 SPPG. Total sudah ada 100 SPPG Polri yang ada di wilayah Jawa Tengah.
Kapolri meminta kepada seluruh SPPG Polri menerapkan SOP ketat terkait higienitas dan kualitas makanan. Selain itu, personel agar mengawal mulai dari distribusi sampai pasca makan. Pantauan harus etiap hari untuk mengontrol kualitas makanan.
Penerima manfaat itu terdiri dari siswa TK hingga SMA/SMK, santri pondok pesantren, serta kelompok ibu hamil (bumil), ibu menyusui, dan balita.
Adapun jumlah Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Tengah tercatat sudah ada 1.836 unit, terdiri dari SPPG Mitra, SPPG Polri, SPPG TNI, dan SPPG Ponpes.
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi mengatakan, MBG merupakan program pemerintah pusat harus mendapat dukungan pemerintah daerah.
Oleh karena itu, akselerasi di Jawa Tengah terus berlangsung. Mulai dari membuat Satgas MBG untuk percepatan pembangunan SPPG, sampai membuat posko aduan masalah MBG yang berada di kabupaten/kota. Posko aduan tersebut beroperasi selama 24 jam.
Luthfi menambahkan, pengawasan keamanan pangan telah terlaksana di SPPG di wilayahnya. Ia mendorong agar ada akselerasi penerbitan sertifikat laik higiene dan sanitasi (SLHS).
“Ini sudah kita sosialisasikan dan ini kita masifkan di seluruh kabupaten/kota,” jelasnya. (*)

