Selasa, Desember 16, 2025

Pemprov Jateng Gandeng BKKBN Dorong Pendidikan Usia Dini

Share

PanenTalks, Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkolaborasi dengan BKKBN untuk mendorong peningkatan angka partisipasi aktif kasar pendidikan anak usia dini.

Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mendukung implementasi program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

“Adanya Tamasya ini bisa meningkatkan partisipasi aktif kasar anak usia 0-6 tahun, untuk bersekolah di PAUD,” kata dia, di sela kegiatan Apresiasi Pengelola Program Pengasuhan 1000 HPK dan Tamasya BKKBN Provinsi Jateng, Senin 27 Oktober 2025.

Nawal mendorong agar layanan pengasuhan dalam program Tamasya tersebut membantu meningkatkan partisipasi anak usia 0-6 tahun untuk belajar di satuan PAUD.

Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD di Jawa Tengah, kata dia, pada 2024 sebesar 47,65 persen. Sementara jumlah anak usia 0-6 tahun terlayani PAUD hanya 14 persen.

Menghadapi kondisi itu, Nawal mendorong pembentukan PAUD Emas (Berbasis Masyarakat untuk Generasi Emas), sebagai jawaban atas akses dan layanan pendidikan jenjang PAUD yang belum merata di Jawa Tengah.

Dia berharap, layanan Tamasya juga dapat terintegrasi dengan program PAUD Emas. Pasalnya, kekuatan PAUD Emas terletak pada swadaya masyarakat dalam menghadirkan layanan pendidikan untuk anak-anak usia dini.

Berdasarkan data, saat ini jumlah PAUD di Jateng tercatat sebanyak 32.684 unit. Terdiri dari 19.264 Taman Kanak-kanak (TK), 10.112 Kelompok Bermain (KB), 552 Tempat Penitipan Anak (TPA), dan 2.756 satuan PAUD sejenis.

Adapun total guru atau tenaga pendidik PAUD sebanyak 57.208 orang, dengan jumlah murid 911.218 anak. Dengan keterlibatan aktif dari seluruh elemen, diharapkan angka partisipasi anak untuk belajar di PAUD lebih meningkat.

Di samping itu, Nawal juga mendorong agar BKKBN memiliki standar kompetensi bagi tenaga pendidik atau pengasuh anak.

Selain itu, memberikan pelatihan untuk memastikan pembelajaran PAUD benar-benar memperhatikan kualitas. (*)

Read more

Local News