Minggu, Desember 7, 2025

Pemprov Jateng Kucurkan Beasiswa untuk Santri

Share

PanenTalks, Kudus – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan beasiswa bagi santri dan pengasuh pondok pesantren mulai bergulir pada 2026.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren untuk meningkatkan kualitas sumber daya santri dan pengasuh pesantren.

“Selain itu, santri profesional yang cakap dalam ilmu agama, sekaligus unggul dalam berbagai bidang strategis,” kata dia, di sela Jateng Bersholawat dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Alun-alun Kabupaten Kudus, Selasa, 21 Oktober 2025.

Program ini bekerja sama dengan Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP). Anggota lembaga para kiai, pengasuh pesantren, serta intelektual Islam memiliki kepedulian terhadap penguatan pendidikan pesantren.

LFSP berperan penting dalam memfasilitasi berbagai program Pemprov Jateng berkaitan dengan dunia pesantren, termasuk seleksi dan pendampingan penerima beasiswa.

Jenis program beasiswa antara lain beasiswa S1 dalam negeri berupa biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester 1-8 di universitas yang di Jawa Tengah.

Meliputi bidang kedokteran, pertanian, sains, teknologi, teknik, matematika, dan keislaman.

Berikutnya beasiswa pendidikan vokasi dan S1 Luar Negeri bidang saintek. Negara tujuannya Turki, India, Jepang, Korea Selatan, dan China. Fasilitas berupa biaya kuliah, biaya hidup, visa, asuransi, dan tiket pulang pergi (PP).

Selain itu juga ada beasiswa S1 Luar Negeri untuk double degree bidang sains dan teknologi. Selain itu, S1 luar negeri bidang keislaman. Kemudian beasiswa S2 dalam Negeri untuk bidang keislaman, humaniora, dan saintek.

“Beasiswa tidak hanya dilakukan kepada pendidikan formal di dalam negeri tetapi termasuk di luar negeri,” kata dia.

Selain itu, program beasiswa tersebut merupakan realisasi salah satu program prioritas Pemprov Jateng periode 2025–2030 yakni Pesantren Obah. Program ini mendukung pesantren yang dinamis, mandiri, dan berdaya saing tinggi.

Program Pesantren Obah menjadikan pesantren sebagai pusat inovasi, ilmu pengetahuan, dan kemandirian ekonomi umat.

“Pesantren juga mempunyai daya sosial dalam menciptakan santri bisa bermasyarakat, apalagi menjadi garda terdepan dalam rangka pembangunan,” ujar dia. (*)

Read more

Local News