Selasa, Desember 16, 2025

Pemprov Jateng Sebut KEK Efektif Dorong Ekonomi

Share

PanenTalks, Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menilai keberadaan suatu Kawasan Ekonomi Khusus efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga menekan kemiskinan di suatu daerah.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai, KEK Kendal ini telah menjadi pilot project dan role model untuk daerah lain.

“Pemerintah kabupaten/kota lain di Jawa Tengah diminta mereplikasi role model dalam pengembangan ekonomi di KEK Kendal tersebut,” kata dia saat menghadiri acara KEK Kendal and Central Java Future Forum 2025 di Kota Semarang, Rabu, 15 Oktober 2025.

Tercatat pertumbuhan ekonomi Kendal triwulan II-2025 sebesar 7,67 persen dan menjadi yang tertinggi di Jawa Tengah.

Realisasi investasi 2022–2024 mencapai Rp14,2 Triliun dan triwulan I 2025 mencapai Rp2,93 Triliun, juga tertinggi di Jawa Tengah.

Hal itu beriringan dengan tingkat pengangguran terbuka di Kendal turun 0,75 persen, dari 5,76 persen pada 2023 menjadi 5,01 persen pada 2024. Angka kemiskinan turun 0,95 persen dari 9,3 persen pada 2023 menjadi 8,4 perssn pada tahun 2024, dengan kemiskinan ekstrem menurun menjadi 0,49 persen.

Capaian ini sejalan dengan pertumbuhan positif di berbagai sektor penunjang, termasuk perdagangan, jasa, dan manufaktur.

“Serapan tenaga kerja akan bertambah, karena kebanyakan industrinya mengarah padat karya, sehingga pengangguran bisa terkikis,” kata Luthfi.

Pemprov Jateng, kata dia, berupaya untuk terus menarik investor dari dalam negeri dan luar negeri untuk investasi di wilayahnya.

Hal ini mendapat dukungan dengan adanya jaminan perizinan mudah, keamanan dan kondusivitas wilayah. Selain itu, tenaga kerja kompetitif dan penambahan kawasan industri di berbagai daerah.

Tak ayal, realisasi investasi di Jawa Tengah sampai kuartal III 2025 sudah mencapai Rp57 triliun. Sebanyak 65 persen investasi dominasi oleh penanaman modal asing (PMA), sisanya merupakan penanaman modal dalam negeri.

Terkait penambahan kawasan industri, Ahmad Luthfi sudah mendorong agar bupati dan wali kota mengajukan kawasan industri baru.

Menurutnya, keberadaan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus akan memudahkan investor.

“Sudah ada bupati yang mengajukan, contohnya Banyumas, Cilacap, Kebumen, Demak, Kota Semarang, dan Kabupaten Semarang,” kata dia.

Pihaknya mendorong adanya kawasan ekonomi khusus karena akan terintegrasi, perizinan akan satu pintu, fasilitas terkait ekspor impor semakin mudah. (*)

Read more

Local News