Jumat, Agustus 29, 2025

Periset Kenalkan Teknologi Iradiasi Perpanjang Masa Simpan Buah

Share

PanenTalks, Jakarta – Periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengenalkan teknologi iradiasi pada petani salak di Kecamatan Turi, Sleman Yogyakarta.

Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) bersama Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada melakukan kunjungan dan diseminasi program, Kamis (21/8).

Kepala ORTN BRIN Syaiful Bakhri mengatakan, pentingnya penerapan teknologi nuklir aman dan aplikatif di bidang pertanian. “Dengan kolaborasi antar-berbagai pihak, BRIN siap mendorong agar produk salak Turi mampu menjadi komoditas unggulan ekspor,” kata dia mengutip laman brin.go.id.

Teknologi iradiasi pada salak dapat memperpanjang masa simpan, meningkatkan keamanan pangan serta memenuhi standar karantina internasional. Teknologi ini menjadi solusi agar salak Turi dapat menembus pasar ekspor dengan kualitas terjaga.

Salak merupakan buah tropis khas Indonesia memiliki cita rasa unik dan berpotensi besar meningkatkan devisa negara melalui ekspor. Adapun di Kecamatan Turi, Sleman, Yogyakarta menghasilkan salak unggul dengan kualitas rasa mumpuni membidik konsumen mancanegara. Namun sayangnya, potensi ekspor salak tersebut belum dapat optimal karena adanya kendala, terutama serangan hama lalat buah.

Saat ini, BRIN telah membangun fasilitas Akselerator Elektron Energi Tinggi (AEET). Salah satu fungsinya adalah membunuh patogen pada buah untuk kebutuhan ekspor.

Wakil Dekan Bidang Penelitian, Kerjasama, dan Alumni Faperta UGM, Subedjo mengatakan, kolaborasi riset dan pendampingan kepada petani merupakan langkah nyata perguruan tinggi dan lembaga riset mendukung hilirisasi inovasi.

“Kami menyambut inisiasi dari BRIN terkait pemanfaatan teknologi nuklir bagi petani salak, dapat dikombinasikan dengan para periset UGM,” kata dia.

Para petani yang hadir menyambut positif kegiatan ini dan berharap dapat segera mengimplementasikan teknologi tersebut.

“Kalau hama bisa dikendalikan dan salak bisa tahan lebih lama, kami yakin kuantitas dan kualitas ekspor salak Indonesia dapat ditingkatkan,” ujar salah satu petani, Sidik. (*)

Read more

Local News