Rabu, Desember 10, 2025

Perkuat Ekonomi Desa Lewat Padat Karya

Share

PanenTalks, Jakarta-Kementerian Pekerjaan Umum terus berkomitmen mempercepat pemerataan pembangunan melalui Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) berbasis padat karya.

Pada tahun 2025, program ini dilaksanakan secara nasional di 676 lokasi dengan total anggaran Rp405 miliar, serta menyerap 14.872 tenaga kerja lokal di seluruh Indonesia.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan bahwa program padat karya merupakan wujud nyata keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat desa. Program ini sekaligus memperkuat fondasi ekonomi lokal melalui pembangunan infrastruktur yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga.

“PISEW bukan sekadar membangun jalan atau saluran, tetapi membuka ruang bagi masyarakat desa untuk bekerja, berdaya, dan meningkatkan nilai ekonomi di wilayahnya. Melalui pendekatan padat karya, masyarakat menjadi pelaku utama pembangunan di desanya,” kata Menteri Dody.

Pelaksanaan PISEW diarahkan untuk memperkuat konektivitas antar-desa, membuka akses pertanian, dan mengembangkan kawasan ekonomi produktif. Infrastruktur seperti jalan pertanian, drainase, dan fasilitas dasar diharapkan dapat memperlancar distribusi hasil panen sekaligus memperkuat rantai ekonomi desa menuju swasembada pangan nasional.

Salah satu wilayah penerima manfaat PISEW 2025 adalah Desa Baluk dan Desa Banyubiru di Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali. Kegiatan difokuskan pada penguatan kawasan pertanian yang menjadi basis ekonomi masyarakat setempat.

Lingkup pekerjaan mencakup pembangunan jalan beton usaha tani, plat duiker, dan dinding penahan tanah (DPT) dengan nilai kontrak Rp500 juta yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025. Pekerjaan dimulai sejak 25 Agustus dan ditargetkan selesai pada 22 November 2025.

“Kami berharap jalan usaha tani yang dibangun ini dapat mempermudah petani membawa hasil panen ke pasar, menurunkan biaya distribusi, dan meningkatkan pendapatan masyarakat desa,” ujar Menteri Dody.

Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan kelancaran mobilitas hasil pertanian utama di wilayah itu seperti padi, kakao, dan kelapa. Selain memperkuat ketahanan ekonomi desa, proyek ini juga meningkatkan efisiensi akses transportasi bagi warga.

Melalui pola padat karya, pelaksanaan PISEW turut membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat serta mempercepat perputaran ekonomi lokal. Program ini menjadi sarana pemberdayaan sosial karena masyarakat dilibatkan langsung dalam setiap tahapan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pemeliharaan infrastruktur.

Selain di Bali, wilayah lain yang menerima manfaat PISEW 2025 adalah Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Di daerah ini, kegiatan pembangunan dilakukan di dua desa berbatasan, yakni Desa Guworejo dan Desa Puro, yang memiliki potensi pertanian terpadu dan agropolitan.

Fokus pekerjaan di Sragen adalah pembangunan jalan beton sepanjang 900 meter yang melintasi Dukuh Pengin dan Dukuh Sumberagung di Desa Guworejo, serta Dukuh Bolorejo di Desa Puro. Proyek senilai Rp500 juta dari APBN Tahun Anggaran 2025 ini menjadi akses vital bagi kegiatan ekonomi masyarakat setempat.

Jalan tersebut akan memperlancar distribusi hasil pertanian dan bahan kebutuhan pokok dari dan menuju pusat Kabupaten Sragen. Peningkatan infrastruktur ini diharapkan mendukung kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan serta memperkuat konektivitas antarwilayah di tingkat lokal.

Read more

Local News