PanenTalk, Indramayu – Upaya memperkuat hubungan antara sektor energi dan pertanian terus dilakukan melalui dialog terbuka dan kolaborasi yang konstruktif. Salah satu bentuk nyata sinergi tersebut terwujud dalam pertemuan antara PT Pertamina EP Jatibarang Field Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina dan Serikat Tani Indramayu (STI) pada Rabu (29/10) di Kantor Pertamina EP Jatibarang.
Pertemuan ini menjadi sarana penting untuk membangun komunikasi yang harmonis antara dua sektor vital bangsa, yakni ketahanan energi dan ketahanan pangan. Keduanya memiliki peran saling mendukung dalam mendorong pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Ketua Serikat Tani Indramayu, Damuri, menyampaikan pandangan tentang perjalanan panjang para petani dalam mengelola lahan garapan serta upaya memperoleh legalitas pemanfaatan lahan. Ia berharap kegiatan pertanian dapat terus berjalan secara aman dan lestari.
“Kami tidak menolak pembangunan, tapi kami ingin tetap bisa bertani dan berkontribusi untuk pangan nasional. Kami percaya komunikasi yang baik akan membawa manfaat bagi semua,” ujar Damuri.
Dari pihak Pertamina EP, Head of Communication, Relations & CID Zona 7, Wazirul Luthfi, menjelaskan bahwa seluruh kegiatan operasi migas dilakukan dengan mematuhi ketentuan dan regulasi yang berlaku, termasuk pemenuhan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH).
“Kami menjalankan kegiatan dengan prinsip kehati-hatian dan sesuai regulasi. Operasi pengeboran dilakukan di lapisan bumi yang berbeda dari zona air, sehingga aman bagi lingkungan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa sektor energi dan pertanian sejatinya saling melengkapi. “Ketahanan energi dan ketahanan pangan adalah dua pilar penting bangsa. Kami ingin memastikan keduanya tumbuh berdampingan, sesuai dengan Asta Cita Presiden,” kata Wazirul.
Melalui pertemuan ini, para petani berkesempatan menyampaikan aspirasi secara langsung agar kegiatan operasional Pertamina EP dapat berjalan selaras dengan aktivitas pertanian masyarakat setempat. Menanggapi hal tersebut, Wazirul menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan.
“Kami berkomitmen bahwa setiap program dijalankan secara transparan dan tepat sasaran. Aspirasi dari petani akan kami perhatikan agar program-program yang kami inisiasi benar-benar memberi manfaat positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Di akhir pertemuan, Pertamina EP dan Serikat Tani Indramayu sepakat untuk terus menjaga komunikasi dan kerja sama demi mewujudkan keseimbangan antara ketahanan energi dan keberlanjutan pertanian. Kolaborasi ini menjadi simbol harmoni antara ladang migas dan sawah dalam satu tujuan bersama: kesejahteraan dan keberlanjutan masyarakat Indramayu.

