PanenTalks, Semarang – Badan Pusat Statistik Jawa Tengah mencatat pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah di triwulan III 2025 tumbuh 5,37 persen (y-on-y), lebih tinggi dibanding angka nasional sebesar 5,04 persen.
Pelaksana Tugas Kepala BPS Jateng, Endang Tri Wahyuningsih mengatakan, sejumlah faktor turut mempengaruhi pertumbuhan perekonomian. Di antaranya, pertumbuhan aktivitas barang dan jasa di Jawa Tengah.
Tercatat, ekspor nonmigas pada periode yang sama (Triwulan III 2025 dibanding Triwulan 2024) tumbuh 22,69 persen secara tahunan.
Kemudian jumlah penumpang kereta api, pesawat, dan pengguna jalan bebas hambatan juga bertambah.
Selain itu, kata dia, sektor investasi juga berdampak, ditandai dengan kenaikan impor barang modal secara konsisten, sejalan dengan kebutuhan mesin untuk industri.
“Jadi Jateng pertumbuhan ekonomi Triwulan III lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Triwulan III secara nasional,” ungkapnya.
Dia menanbahkan, jika dilihat secara kuartal ke kuartal (Q-to-Q), ekonomi Jawa Tengah tumbuh 1,12 Persen. Sementara, secara kumulatif, ekonomi Jawa Tengah sampai dengan Triwulan III 2025 tumbuh 5,21 Persen (C-to-C).
Endang menjelaskan, kontribusi ekonomi Jawa Tengah didominasi empat lapangan usaha. Pertama industri pengolahan yang menyumbang 33,43 persen, perdagangan menyumbang 13,44 persen, pertanian menyumbang 12,88 persen dan sektor konstruksi menyumbang 11,82 persen.
Sementara itu, dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga mendominasi perekonomian Jateng dengan kontribusi sebesar 60,64 persen. (*)

