PanenTalks, Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang, secara resmi menutup rangkaian acara Sleman Culture Fest 2025 di Lapangan Denggung Sleman. Penutupan dimeriahkan dengan pesta kembang api spektakuler bertajuk ‘Heiwa Hanabi: The Peace Fireworks’. Ini merupakan hasil kolaborasi antara Sakuranesia dan Heiwa Matsuri.
Hadir di acara ini berbagai tokoh penting seperti GBPH Prabukusumo, Founder Heiwa Matsuri Mayu Ogawa, Founder Mirai Gift Masanari Aso, Founder Sakuranesia Tovic Rustam, serta founder Yayasan Sakuranesia Society Tomomi Sakura Ijuin.
Dalam sambutannya, Danang mengucapkan terima kasih sekaligus apresiasi kepada semua pihak yang telah bekerja keras mendukung kelancaran festival. Khususnya Sakuranesia Society dan Jember Fashion Carnaval yang telah menampilkan akulturasi budaya Indonesia dan Jepang secara apik di Bumi Sembada.
“Festival ini bukti nyata bahwa kearifan lokal dan kekayaan budaya kita tetap hidup dan berkembang. Dari panggung seni, tarian rakyat, musik tradisi hingga karya-karya kreatif generasi muda telah memberikan kebanggaan dan semangat kebersamaan bagi kita,” kata Danang.
“Kita menyaksikan peluncuran kembang api sebagai sebuah penanda kemeriahan sekaligus penutup rangkaian acara,” ujar Wakil Bupati.
Simbol Harapan
Lebih lanjut, Danang menyampaikan makna di balik pesta kembang api Heiwa Hanabi sebagai simbol harapan agar anak-anak memiliki mimpi dan cita-cita setinggi langit.
“Kita memiliki kewajiban untuk memberikan ruang, kesempatan dan dukungan agar mereka tumbuh dengan pendidikan yang baik, berkualitas dan berbudi mulia,” katanya.
“Semoga festival ini menjadi inspirasi untuk terus menjaga persatuan kesatuan, merawat budaya dan menyalakan harapan bagi masa depan,” ucap dia.
Ribuan warga Sleman antusias menyaksikan pesta kembang api dari Sakuranesia, serta menikmati penampilan fashion show dari Jember Fashion Carnaval (JFC).
Pada acara itu, Danang juga menyerahkan cinderamata kepada Founder Heiwa Matsuri, Mayu Ogawa. Wakil Bupati juga memberikan hadiah lomba Festival Upacara Adat. (*)