Rabu, Desember 10, 2025

Petani di Temanggung Didorong Terapkan Plasma Ozon

Share

PanenTalks, Temanggung – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Temanggung menyebutkan ada teknologi pengolahan produk hortikultura membuat hasil pertanian lebih tahan lama atau awet muda.

Kepala Bapperida, Hendra Sumaryana mengatakan, hasil pertanian dapat lebih tahan lama, tetap segar dan tanpa mengurangi kualitas. “Dengan begitu bisa melepas ke pasar saat harga menguntungkan,” kata dia mengutip temanggungkab.go.id, belum lama ini.

Dia menerangkan, teknologi khusus produk hortikultura bisa bertahan hingga 30 hari. Petani tidak lagi khawatir hasil panen membusuk dan membuat harga jual murah.

Penerapan teknologi ini karena lapangan pekerjaan petani di Kabupaten Temanggung masih mendominasi pada angka 45 persen. Namun dari struktur pendapatan perekonomian berdasar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Kabupaten Temanggung, sektor pertanian sebesar 21 persen di bawah industri sebesar 24 persen perdagangan/jasa 23 persen.

“Sehingga menjadi segmented yang sangat menarik, bagaimana hasil pertanian, bisa lebih baik dan meningkat kesejahteraan,” tandasnya.

Ahli Fisika dari Universitas Diponegoro, Prof. Muhammad Nur mengungkapkan, kampus menggali permasalahan dari petani dan menyampaikan salah satu temuan berupa teknologi pengawetan produk hortikultura dengan bahan alami dikenal Plasma Ozon.

“Teknologi ini bisa memperpanjang masa simpan, tetapi tidak beku. Produk tetap segar, caranya dengan membunuh bakteri yang bisa menghasilkan busuk,” tuturnya.

Dia menyampaikan, sekitar 15 provinsi telah menggunakan teknologi ini. Sedangkan, di Jawa Tengah petani di Kabupaten Magelang, Wonosobo, Semarang sudah memanfaatkan teknologi tersebut.

“Semoga dalam waktu dekat petani di Temanggung bisa menerapkannya,” kata dia.

Pihaknya mendorong petani untuk berkumpul dalam koperasi agar teknologi nanti memanfaatkan bersama. (*)

Read more

Local News