Selasa, Desember 16, 2025

PKK Jateng Budayakan Cuci Tangan Pakai Sabun di Pesantren

Share

PanenTalks, Semarang – Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah mengampanyekan budaya cuci tangan pakai sabun sebagai upaya hidup bersih bagi santri di pondok pesantren.

Kali ini, kampanye gerakan CTPS di lingkungan Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin, Gunungpati, Kota Semarang, Kamis 16 Oktober 2025. Kegiatan itu sekaligus memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia 2025.

Ketua Bidang IV TP PKK Jateng, Lucia Tri Harso mengatakan, mengusung tema ‘Be a Handwashing Hero’ mengajak sebanyak 353 orang santri untuk menjadi pahlawan cuci tangan.

“Kegiatan itu bertujuan meningkatkan pengetahuan santri tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, agar terhindar dari berbagai macam penyakit,” kata dia.

Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia, kata dia, dapat menumbuhkan perilaku anak-anak membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat.

Ketua TP PKK Jateng, Nawal Arafah Yasin menekankan, budaya cuci tangan penting mengurangi risko penyakit menular sekitar 40-60 persen.

“Banyak peyakit seperti diare, flu, dan deteksi lainnya, dicegah dengan mencuci tangan yang benar,” ungkap dia.

“Gerakan cuci tangan pakai sabun merupakan tindak lanjut dari komitmen pemerintah,” kata dia.

Hal ini untuk memastikan akses dan ketersediaan fasilitas cuci tangan, terpenuhi di setiap lingkungan.

Dia mengatakan, pemilihan lingkungan pendidikan sebagai lokasi kampanye gerakan cuci tangan karena tempat berkumpulnya anak-anak. Selain itu, anak-anak juga rentan terkena penyakit.

“Kebiasaan cuci tangan dengan sabun bisa dikenalkan sejak kecil, dan sekolah merupakan tempat ideal untuk membuat kebiasaan hidup bersih dan sehat,” ucap Lies.

TP PKK juga menggandeng pemprov dan Baznas, mengadakan berbagai kegiatan dan bantuan di Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin.

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng menyerahkan sebanyak 353 sarung dan mukena. Selain itu, pelatihan budidaya jamur tiram untuk santri MA pada awal November 2025.

Kemudian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyalurkan bantuan 150 paket alat tulis. Selain itu, Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) memberikan 100 eksemplar buku bacaan.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil mengadakan pelayanan Kartu Identitas Anak (KIA). Selain itu juga ada layanan Spesialis Dokter Keliling (Speling) dari RSUD Kota Semarang. (*)

Read more

Local News