Selasa, Desember 16, 2025

Polisi Jelaskan Kronologi Insiden Kapal Tenggelam di Pulau Tikus

Share

PanenTalks, Yogyakarta – Kapal wisata di Perairan Pantai Malabero Bengkulu membawa 104 penumpang tenggelam.

Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Sudarno menjelaskan, hingga Minggu malam 11 Mei 2025, total tujuh korban meninggal dunia. 

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bengkulu masih melakukan pendataan korban dari insiden tenggelamnya Kapal Motor (KM) Tiga Putra di perairan Pantai Malabero, Bengkulu. 

Sebagai informasi, kapal tersebut dalam perjalanan pulang dari Pulau Tikus menuju daratan saat musibah terjadi pada Minggu 11 Mei 2025 petang.

Lima korban di RS Bhayangkara, sementara dua lainnya di RS Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu.

“Data korban masih kita verifikasi karena belum seluruhnya pasti. Pendataan di rumah sakit dan di luar rumah sakit. Saat ini tercatat tujuh korban meninggal dunia,” ujar Sudarno dikutip dari Antara, Selasa 13 Mei 2025.

Korban meninggal meliputi Riska Nurjanah (28) asal Lubuk Linggau, Ratna Kurniati (28) dari Kota Bengkulu, Tesya (20) dari Kepahiang, Nesya (27) dari Rejang Lebong, Arva Richi Dekry (29) asal Padang Utara, serta dua korban lainnya bernama Yunita dan Suantra.

Sementara itu, sebanyak 20 korban mendapat perawatan di RSHD telah pulang. Beberapa lainnya masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara.

Tim gabungan terus memperbarui data di posko, termasuk memastikan jumlah penumpang selamat maupun belum teridentifikasi. 

Operasi SAR akan terus mencari jika menemukan korban belum terkonfirmasi.

Kapal tersebut membawa total 104 orang, terdiri dari 98 wisatawan, satu nakhoda, dan lima anak buah kapal (ABK).

Penumpang datang dari berbagai daerah seperti Lubuk Linggau, Kepahiang, dan Rejang Lebong.

Insiden bermula saat kapal dalam perjalanan kembali ke Bengkulu usai kunjungan wisata ke Pulau Tikus. 

Saat melintasi perairan Malabero, mesin kapal mati dan tak lama ombak besar menghantam. Kapal mengalami kebocoran dan akhirnya tenggelam. (*)

Read more

Local News