Rabu, Desember 10, 2025

Prof Luh Kartini Ingatkan Bahaya Pembakaran Sampah Plastik

Share

PanenTalks, Singaraja – Bahaya pembakaran sampah plastik kembali disorot dalam Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber yang digelar di Desa Banjar dan Desa Alasangker, Jumat (17/10).

Prof. Luh Kartini, anggota Tim Kerja Percepatan PSBS, mengungkapkan fakta mencengangkan: asap dari pembakaran sampah yang mengandung plastik bisa membawa lebih dari 70 jenis zat beracun ke udara.

Dioksin, benzopirena, dan senyawa berbahaya lainnya yang dilepaskan saat plastik dibakar dapat menyebabkan gangguan pernapasan, merusak paru-paru, bahkan memicu kanker.

“Dampaknya bisa menjangkau hingga radius lima kilometer dari titik pembakaran,” tegas Prof. Kartini.

Ia menekankan, kebiasaan membakar sampah bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam nyawa. Sampah yang mengandung klorin, seperti plastik, saat dibakar akan menghasilkan racun yang tak terlihat namun mematikan.

Peringatan ini menjadi alarm bagi masyarakat Bali untuk segera menghentikan praktik membakar sampah, terutama yang tercampur bahan plastik.

Pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga, dengan memilah antara sampah organik dan anorganik, serta mengolahnya sesuai jalur yang aman dan berkelanjutan.

Gerakan ini sejalan dengan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 09 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah, yang mendorong desa-desa untuk menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis sumber demi menjaga kesehatan dan kelestarian lingkungan.(*)

Read more

Local News