PanenTalks, Blora – Puluhan warga Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Blora dilatih pengembangan pertanian organik.
Bupati Blora, Arief Rohman mengatakan, kegiatan pelatihan ini merupakan wujud tindak lanjut MoU Pemkab Blora dengan PCNU di kantor PWNU Jawa Tengah beberapa bulan lalu.
“Yakni tentang kerja sama pengembangan pertanian organik di Kabupaten Blora,” kata dia.
Pihaknya ingin pertanian organik di Kabupaten Blora bisa terus berkembang. Tujuannya memulihkan kembali kesuburan tanah sudah terlalu lama ketergantungan pada pupuk kimia. Selain itu, meningkatkan kualitas gizi kesehatan beras konsumsi masyarakat terbebas dari pengaruh kimiawi.
“Dari pelatihan pendidikan pertanian organik Kerjasama PCNU dan LPP PWNU Jawa Tengah ini, diharapkan nanti bisa menghasilkan 40 lahan percontohan sebagai pionir pertanian organik di seluruh Kecamatan se-Kabupaten Blora,” terang dia.
Pihaknya meminta seluruh peserta serius mengikuti seluruh tahapan pendidikan dan pelatihan pertanian organik ini. Menurut dia, pasar produk pertanian organik sangat bagus dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
“Pekan lalu saya bersama Dinas Pertanian (DP4) mengikuti pameran produk produk pertanian organik lokal di Bintaro, Tangerang Selatan. Tidak butuh waktu lama, beras organik yang kira bawa langsung habis. Beras organik dari Kedungtuban. Jadi kalau soal pemasaran jangan khawatir, kita akan bantu,” kata dia.
Acara terselenggara di Ponpes Al Alif Tunjungan Blora merupakan kerjasama PCNU Blora dengan Lembaga Pengembangan Pertanian (LPP) PWNU Jawa Tengah, Dinas Pangan Pertanian Peternakan Perikanan (DP4), dan Bank Jateng.
Sebanyak 70 kader mendapatkan materi, kisah sukses petani, hingga praktek pengembangan pertanian organik dari berbagai narasumber.
Pengasuh Ponpes Al Alif, KH. Nasir mengatakan, persiapan mendukung pengembangan pertanian organik membidik para petani.
“Ide ini selaras dengan program ketahanan pangan prioritas Pak Presiden. Di Ponpes saja ini juga ada SMK yang jurusannya pertanian, bisa ikut dikuatkan sekalian dengan materi pertanian organik,” kata dia. (*)

