Senin, Desember 15, 2025

Purna PMI Sukses Bangun Pabrik Susu Kambing Etawa di Demak

Share

PanenTalks, Semarang – Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara prosedural Slamet Priyono sukses membangun pabrik susu kambing etawa di Kabupaten Demak Jawa Tengah, Selasa 15 April 2025.

Slamet merupakan purna pekerja migran Indonesia sempat bekerja secara prosedural atau legal selama lima tahun di Korea Selatan. Bekal selama merantau di negeri orang dimanfaatkan untuk membuka usaha susu kambing etawa di kampung halaman.

Slamet mengaku terbantu dengan pengalaman kerja setelah mengikuti prosedur pemerintah berangkat kerja di luar negeri secara legal.

“Usahanya tersebut dijalankan juga atas dasar membantu para purna pekerja migran Indonesia yang ingin tetap bekerja,” ungkap Slamet saat mendapat kunjungan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding, Selasa 15 April 2025.

Dia mengaku mulai fokus sejak tahun 2012 untuk membantu PMI pulang ke kampung halaman. Terkait modal, dia gotong royong bersama rekan-rekan sejawat untuk membangun hingga seperti sekarang. ‘

“Jadi tidak hanya purna saya, kami memang terus terang sampai sekarang belum menggunakan bank,” kata Slamet.

Slamet mengatakan, usaha susu kambing etawa ini akan terus dikembangkan dengan proses transfer knowledge (pengetahuan) untuk proses pembelajaran purna pekerja migran prosedural lainnya di daerah lain.

Dia selalu mendorong teman-teman purna pekerja migran untuk berinvestasi di usaha susu kambing persilangan etawa dengan metode bagi hasil agar dapat membantu perekonomian di daerahnya masing-masing.

“Ke depan pun juga saya menarik teman-teman purna untuk investasi berbentuk kambing untuk dititipkan di kandang kami, sehingga bahan baku kami pun tersedia,” kata Slamet.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding mengapresiasi tindakan Slamet karena setelah menjadi purna pekerja migran berhasil membuka usaha sekaligus membantu perekonomian di daerahnya.

“Sebenarnya usaha ini seperti yang diharapkan oleh Presiden kita, Pak Prabowo selalu mendorong kita supaya semua aktivitas kita itu menciptakan lapangan,” kata Menteri Karding di lokasi kunjungan.

Menteri Karding berharap usaha Slamet bisa menjadi contoh dan motivasi bagi purna pekerja migran lainnya membuka lapangan kerja.

Dalam kunjungannya ini, Menteri Karding juga melihat-lihat proses pembuatan susu kambing etawa milik Slamet mulai dari pemerasan hingga sudah menjadi susu kaleng.

Dia pun berjanji Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) akan membantu terkait pemasaran dan manajemen pengelolaan usaha Slamet.

“Terutama kebutuhan untuk buka pasar dan manajemen pengelolaan pemasarannya nanti teman-teman dari kementerian juga ikut mencarikan akses atau membantu. Nanti biar ini berkembang besar, tidak hanya nanti 50 pegawai, tetapi mungkin bisa sampai 100, bahkan lebih,” ujar Menteri Karding. (*)

Read more

Local News