PanenTalks, Sleman – Komitmen terhadap penguatan ekonomi lokal kembali ditunjukkan Superindo melalui gelaran Superindo Community Festival yang berlangsung di Sleman City Hall, Sabtu, 18 Oktober 2025.
Festival ini menjadi bukti nyata dukungan Superindo terhadap para pelaku UMKM, khususnya di sektor pangan dan kuliner, sekaligus memperkuat peran ritel modern sebagai mitra pertumbuhan usaha kecil.
Puluhan pelaku UMKM lokal ambil bagian dalam acara bertajuk “Dari Rasa Jadi Karya”, yang juga menjadi bagian dari perayaan ulang tahun Superindo ke-28.
Melalui festival ini, Superindo menyediakan ruang interaksi langsung antara pelaku UMKM dengan konsumen, membuka peluang promosi, pemasaran, sekaligus edukasi bisnis.
“Kami percaya bahwa pertumbuhan bisnis ritel tidak bisa lepas dari kekuatan komunitas,” ujar Donny Ardianta Passa, VP Buying Superindo.
Bagi Superindo, mendukung UMKM bukan sekadar menyediakan rak di supermarket, tetapi juga melalui penguatan kapasitas usaha. Salah satu inisiatif strategis adalah Super Indo UMKM Academy, sebuah program pembinaan yang membekali mitra UMKM dengan keterampilan dasar manajemen, pengelolaan stok, hingga pemasaran berbasis data.
Selama dua hari pelaksanaan, festival ini diramaikan pengunjung yang antusias mencoba produk UMKM lokal. Tak hanya bazar, acara ini juga dilengkapi dengan edukasi seputar pengelolaan sampah rumah tangga, gizi, serta demo memasak yang melibatkan komunitas kuliner lokal.
“Kami ingin Superindo bukan sekadar tempat belanja, tapi juga tempat belajar dan tumbuh bersama. Dukungan terhadap UMKM bukan hanya soal ekonomi, tapi juga tentang membangun ekosistem keberlanjutan, dari produsen hingga konsumen,” kata Donny.
Selain mendorong pertumbuhan usaha mikro, festival ini juga menjadi ruang pemberdayaan perempuan di sektor kuliner. Melalui demo memasak, lomba menu sehat, dan bazar makanan rumahan, perempuan diberi wadah untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperluas potensi ekonomi keluarga.
“Tahun ini menjadi momen yang sangat istimewa bagi kami, karena Super Indo genap berusia 28 tahun… Kami percaya bahwa makanan bukan hanya tentang rasa, tetapi juga tentang semangat, kreativitas, dan peluang. Melalui keterampilan memasak, perempuan dapat berkreasi, menambah pengetahuan, dan membangun kemandirian ekonomi keluarga.” ujar dia menambahkan.
Senada dengan itu, Dewi Miranda, General Manager Marketing Superindo, menyebut kegiatan ini lahir dari respons terhadap perubahan pola konsumsi pasca pandemi.
Menurutnya, saat ini masyarakat lebih selektif dalam memilih makanan sehat namun tetap mengutamakan keterjangkauan. Melalui pemberdayaan UMKM kuliner lokal, Superindo menjembatani kebutuhan tersebut.
Sementara itu, dukungan juga datang dari pemerintah daerah. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sleman, Sutiasih, mengapresiasi kolaborasi Superindo dalam memperkuat kapasitas UMKM lokal.
“Kolaborasi seperti ini penting karena membantu UMKM naik kelas. Superindo bukan hanya membuka ruang pasar, tapi juga mendorong para pelaku usaha untuk lebih paham tentang standar mutu, pengemasan, dan strategi penjualan,” ungkapnya.
Melalui festival ini, Superindo mempertegas perannya sebagai ritel modern yang tak hanya fokus pada bisnis, tapi juga aktif mendorong pembangunan ekonomi lokal dan komunitas yang berkelanjutan. (*)

