Rabu, Desember 10, 2025

Sebuah Kisah Manis dari Ina Cookies

Share

PanenTalks, Jakarta-Dedikasi Ina Wiyandini dalam membangun bisnis UMKM kue kering asal Bandung, membuktikan bagaimana perempuan dapat tumbuh dan membawa perubahan.

Tidak ada usaha yang instan, perjalanan lebih dari 33 tahun Ina Cookies untuk bertahan menjadi kisah manis tentang bagaimana perempuan dapat bangkit dan berinovasi. Ina juga kerap beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan melebarkan jangkauan penjualan online.

“Percaya pada takdir dan cerita Sang Maha Kuasa adalah hal terbaik. Kepahitan yang saya alami saat berjualan jahe gajah kala itu justru kini menjadi alasan terbesar untuk bersyukur. Pada tahun 1992, bisnis kue kering masih jarang, padahal permintaan menjelang hari raya sangat tinggi,” kata Ina Wiyandini, Pemilik Ina Cookies, dalam keterangannya di Jakarta, medio Maret lalu.

Ina berkisah, pertama kali menjalankan bisnisnya, ia memberanikan diri meminjam modal dari kakak ipar, belajar membuat lima jenis kue kering, dan memulai segalanya dari nol. Mulai dari membuat nastar hingga putri salju, Ina merintis bisnis kecil-kecilan, menjual secara door-to-door, baik ke saudara maupun tetangga, dan memproduksi kue dari dapur rumah dengan peralatan seadanya.

“Dari situlah, mulai perlahan-lahan belajar mengenai strategi pemasaran yang efektif dan cara mempertahankan bisnis di berbagai gempuran zaman, terutama masuk ke era digitalisasi pemasaran online,” tambah Ina.

Setiap tahunnya, permintaan kue kering meningkat pesat, menjadi kesempatan emas bagi UMKM dan brand lokal untuk berkembang lebih jauh. Pada momen tertentu seperti bulan Ramadan selalu menjadi momen penting bagi Ina Cookies dan di sinilah teknologi berperan penting dalam perjalanan kesuksesan bisnisnya. Ina mampu mengubah keterbatasan menjadi peluang.

Sejak bergabung menjadi mitra strategis di salah satu e-commerce ternama, bisnis Ina Cookies pun mengalami lonjakan peningkatan yang cukup signifikan. Bahkan, dengan strategi pemasaran online ini mampu memberikan akses ke pasar yang lebih luas, memungkinkan Ina Cookies untuk menjual produknya tidak hanya di daerah tertentu, melainkan ke seluruh Indonesia. Pada Ramadan tahun 2024, Ina Cookies berhasil mencatatkan peningkatan penjualan lebih dari dua kali lipat dibanding Ramadan tahun sebelumnya.

Selama tiga dekade berbisnis, perjalanan Ina Cookies menjadi bukti nyata ketekunan dan inovasi berkelanjutan adalah aspek utama. Dari awalnya hanya memproduksi lima jenis kue, kini Ina Cookies telah mengembangkan lebih dari 250 varian kue kering, termasuk inovasi terbaru seperti Cookies Vegan, teh dari edible flower. Menjadi salah satu brand kue kering dengan varian terbanyak di Indonesia sejak 33 tahun berdiri.

Dari produksi hingga pemasaran, Ina Cookies tetap memberdayakan tenaga kerja manusia dengan lebih total 500 karyawan tanpa menggantinya dengan mesin. Bahkan karyawan yang sudah lebih bekerja 15 tahun ke atas, mendapatkan hadiah tanah maupun rumah sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka sudah tumbuh bersama Ina Cookies.

Read more

Local News