Minggu, Agustus 31, 2025

Seribu Asa, Lawan Stunting di Kepulauan Seribu

Share

PanenTalks, Jakarta-Pertamina Hulu Energi Offshore South East Sumatra (PHE OSES) melalui Program Seribu Asa terus berupaya menekan angka stunting di Kepulauan Seribu.

Program pemberdayaan masyarakat yang berjalan sejak 2023 hingga 2025 ini menyasar Pulau Kelapa, Pulau Harapan, dan Pulau Panggang dengan melibatkan bidan, ahli gizi, guru PAUD, hingga orang tua.

Masiah Aristia, penanggung jawab program, menjelaskan bahwa pendampingan awal dilakukan pada 36 anak stunting di Pulau Kelapa. “Dua anak sudah lulus karena tinggi badannya sesuai tumbuh kembangnya. Pada 2024 jumlahnya tinggal 17 anak yang masih kami dampingi,” ujarnya.

Intervensi dilakukan dengan pemberian makanan utama, susu, vitamin, serta kegiatan Montessori untuk melatih motorik anak. “Kami tidak hanya fokus pada anak, tapi juga pencegahan stunting pada ibu hamil. Saat ini ada 14 ibu hamil yang ikut dalam program dengan pendampingan gizi sejak dini,” kata Masiah.

Selain itu, PHE OSES juga membantu pembangunan jamban sehat. “Dari 12 rumah yang diusulkan, akhirnya 13 rumah bisa dibantu. Semua ini bagian dari pencegahan stunting,” tambahnya.

Program Seribu Asa menghadirkan kelas Montessori di PAUD, di mana sebelum kegiatan dimulai bidan melakukan screening tumbuh kembang anak. Anak-anak kemudian mendapat stimulasi sesuai usia, seperti berjalan lurus, memakai baju sendiri, hingga melatih motorik halus. Guru PAUD mengakui sejak 2024 anak-anak lebih baik dalam sosialisasi.

Masiah menekankan, ketersediaan pangan di Kepulauan Seribu seharusnya mencukupi. “Kita punya ikan segar, jadi sebenarnya tidak mungkin stunting. Yang saya lihat adalah kurangnya pola asuh. Karena itu kami merangkul orang tua agar lebih memperhatikan kesehatan anak,” tegasnya.

Namun, tantangan masih ada. Banyak orang tua enggan hadir karena malu anaknya disebut stunting. “Kami akhirnya menjemput bola, mengantarkan makanan dari pintu ke pintu, memberikan vitamin langsung, bahkan membuat grup WhatsApp untuk orang tua yang anaknya terindikasi stunting,” ungkap Masiah.

Salah satu orang tua, Zuliani, merasakan manfaat nyata. “Awal timbangan anak saya hanya 10 kilogram, sekarang sudah lebih dari 12 kilogram dengan tinggi 96,5 cm. Saya berterima kasih kepada PHE OSES,” ujarnya.

Bidan Sri Darma dari Puskesmas Pulau Kelapa menambahkan, screening rutin di kelas Montessori membantu mengidentifikasi perkembangan anak. “Kami juga membekali orang tua dengan buku KIA agar bisa memantau tumbuh kembang anak di rumah,” jelasnya.

Masiah menegaskan, Program Seribu Asa akan terus dilanjutkan. “Kami ingin memastikan anak-anak di Kepulauan Seribu tumbuh sehat, kuat, dan terbebas dari stunting. Ini bukan hanya soal gizi, tapi juga pola asuh dan kepedulian bersama,” pungkasnya.

Seribu Asa merupakan program di bidang kesehatan yang berfokus pada peningkatan kesehatan balita stunting dan gizi buruk melalui optimalisasi pemanfaatan sumber daya lokal sekaligus memberikan ruang aktivitas positif kepada ibu-ibu istri nelayan dan kader posyandu sebagai pengelola dapur sehat.

Read more

Local News