Selasa, Desember 16, 2025

Solusi Teknologi untuk UMKM Es Puter, Percepat Produksi

Share

PanenTalks, Sleman – Produksi es puter rumahan di Daerah Istimewa Yogyakarta masih menghadapi kendala besar berupa proses yang kurang efisien. Tahapan pemecahan es balok dan pengadukan es puter yang masih mengandalkan metode manual membuat waktu produksi mencapai dua jam dan bergantung pada tenaga manusia. Ini membuat produktivitas menurun dan biaya operasional menjadi tinggi.

Untuk mengatasi hal tersebut, mahasiswa Universitas Gadjah Mada mengembangkan alat bernama Enu-Cenner (Enumerator and Ice Spinner) yang berfungsi sebagai pemecah es balok sekaligus pemutar es puter otomatis.

Alat ini dirancang untuk mempercepat proses produksi dan mengurangi ketergantungan pada tenaga manual, sehingga lebih efisien dan hemat biaya bagi pengusaha es puter skala kecil.

Inovasi ini diaplikasikan bersama mitra industri rumahan Yono Es Puter dan Es Krim yang berlokasi di Sariharjo, Ngaglik, Sleman.

Tim pengembang terdiri dari Najmu Tsakib (Teknik Pengelolaan dan Perawatan Alat Berat), Marshall Gibran Wisnujati (Teknik Mesin), Halim Kusuma Putra (Teknik Mesin), Amalisa Putri Defita (Agronomi), dan Endra Tegar Sejati (Teknologi Rekayasa Elektro), yang dibimbing Ir. Ma’un Budiyanto, S.T., M.T., IPU dari Sekolah Vokasi UGM.

Menurut Ma’un, “Keterlibatan mahasiswa dari berbagai program studi ini menunjukkan komitmen UGM untuk melahirkan inovasi yang aplikatif bagi masyarakat.”

Alat ini lahir dari kolaborasi lintas disiplin dalam Program Kreativitas Mahasiswa – Penerapan Iptek (PKM-PI) yang fokus mengembangkan sistem otomatis sederhana untuk mempercepat pembuatan es puter tanpa mengorbankan kualitas.

Endra Tegar Sejati menjelaskan secara teknis, es balok dimasukkan ke dalam crusher dan dipecah menjadi bagian-bagian kecil, kemudian langsung dialirkan ke dalam wadah berisi tabung es puter.

Sistem pemutaran es puter dapat diatur kecepatannya melalui frequency inverter converter, menghasilkan es dengan tekstur lebih lembut dan merata. Alat ini juga dilengkapi pengaman seperti MCB dan tombol darurat agar aman digunakan.

Sementara itu, Marshall menambahkan, bahwa alat ini menggantikan proses manual dengan teknologi terintegrasi dalam satu perangkat, sehingga waktu produksi yang sebelumnya lama dan memerlukan biaya tenaga kerja bisa diminimalkan.

Halim berharap Enu-Cenner dapat menjadi solusi berkelanjutan bagi para pelaku usaha es puter dalam menghadapi tantangan produksi.

Inovasi ini tidak hanya bermanfaat bagi mitra di Sleman, tetapi juga dapat diterapkan pengusaha es puter lainnya, mendukung peningkatan produktivitas UMKM lokal. (*)

Read more

Local News