PanenTalks, Sukoharjo – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen memberikan layanan kesehatan terbaik dengan Speling Melesat dan TB Express. Hal ini guna mengakselerasi penurunan kasus tuberkulosis (TB/TBC).
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan terobosan untuk penemuan kasus tuberkulosis menggunakan alat X-Ray Portable Rapid Early Screening System.
“Program ini bertujuan untuk mengakselerasi penurunan tuberkulosis sampai 50 persen,” kata dia.
Mantan Kapolda Jateng tersebut saat peluncuran sekaligus peringatan Hari Kesehatan Nasional di Kabupaten Sukoharjo, Jumat, 3 Oktober 2025.
“TBC di wilayah kita juga menjadi prioritas. Begitu kita dapatkan melalui X-Ray portable itu, Kemudian diobati, diawasi secara berkala, dan dievaluasi sampai tuntas,” tegas dia.
Berdasarkan Buku Saku Dinkes Jawa Tengah Triwulan II 2025, data tuberkulosis di provinsi ini estimasi mencapai 107.488 kasus. Sedangkan, penemuan kasus tuberkulosis per 30 September 2025 sebanyak 63.398 kasus atau 58,98 persen.
Speling Melesat merupakan akronim dari Dokter Spesialis Keliling Mendekatkan Layanan Kesehatan kepada Masyarakat. Program prioritas Provinsi Jawa Tengah tersebut untuk memberikan layanan kesehatan paripurna kepada masyarakat dengan basis desa.
Dalam praktik integrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari pemerintah pusat.
Layanan program Speling meliputi pemeriksaan ibu hamil dan kanker serviks oleh dokter spesialis obsgyn. Sedangkan, tuberkulosis oleh dokter spesialis penyakit dalam/paru, kesehatan jiwa oleh dokter spesialis kesehatan jiwa dan stunting oleh dokter spesialis anak.
“Dokter spesialis kita turunkan ke desa-desa, lalu melakukan pengecekan kesehatan secara gratis dan paripurna,” kata dia.
Sebab, menurut dia, salah satu indikator kemiskinan adalah layanan dasar kesehatan. Menurutnya, masyarakat sehat akan mengangkat produktivitas.
Adapun untuk program Speling Melesat sudah terlaksana di 560 desa se-Jawa Tengah dengan total 62.169 jiwa terlayani.
Sementara, berdasarkan hasil program Speling Melesat, tercatat ada 9.140 orang teridentifikasi gejala tuberkulosis. Dari jumlah itu, 1.847 orang telah melakukan rontgen thorax (dada) dengan 626 orang hasilnya sugestif. Sementara tindak lanjut dengan Tes Cepat Molekuler (TCM) sebanyak 525 orang. (*)

