Rabu, Desember 10, 2025

Tingkatkan SDM Pendidikan Jadi Tantangan Besar Aceh Besar

Share

PanenTalks, Aceh Besar – Kabupaten Aceh Besar menghadapi tantangan besar dalam upaya peningkatan kualitas SDM di sektor pendidikan. Kerjasama dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi solusi dari tantangan itu.

Sektor pendidikan masih menjadi tantangan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. Ini yang menjadikan pemerintah di Aceh Besar berharap bisa meningkatkan kualitas pendidikan, terutama pada SDM atau tenaga pendidik.

Wakil Bupati Aceh Besar Syukri A Jalil menuturkan pihaknya peningkatan kualitas tenaga pendidik sangat penting. Pasalnya mereka yang menjadi ujung tombak mencerdaskan anak bangsa.

“Peningkatan sektor pendidikan memang masih menjadi tantangan bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. Bagaimana meningkatkan kualitas SDM di bidang pendidikan menjadi visi dan misi kami dalam menjalankan roda pemerintahan,” kata Syukri di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Selasa, 13 Mei 2025.

Apresiasi Program Beasiswa untuk Aceh Barat

Wakil Bupati yang saat menerima kunjungan Staf Ahli APKASI Bidang Pendidikan, Himmatul Hasanah, menyambut baik dan memberi apresiasi program beasiswa. Apalagi program dari APKASI bisa meningkatkan SDM bagi masyarakat Aceh Besar.

Bahkan Program Beasiswa Indonesia Emas-Daerah (BIE-D) itu datang di saat yang tepat. Pasalnya program itu bisa membawa dampak bagus bagi pendidikan di kabupaten itu.

“Kami menyambut program peningkatan SDM ini. Apalagi ini sejalan dengan visi dan misi kami. Tentu kami akan mengkaji lebih dahulu, dampak positif dari kerja sama program beasiswa APKASI,” ujar Syukri yang didampingi Asisten I Sekdakab, Farhan AP, Asisten II Sekdakab, M Ali, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bahrul Jamil, Kepala Bappeda, Rahmawati dan Kepala Bagian Hukum Setdakab Rafzan Muhammad.

Program Stratetis Pendidikan di Aceh Besar

Sementara itu, Himmatul Hasanah menuturkan Program BIE-D merupakan salah satu program strategis bidang pendidikan. BIE-D berkolaborasi dengan 21 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Program Beasiswa Luar Negeri yang bekerja sama dengan Pemerintah Tiongkok.

Ada pun 21 PTN telah memberikan kesempatan dan kepercayaan bagi daerah untuk mengirimkan putra-putri terbaik untuk belajar di universitas ternama di Indonesia.

“Pendidikan ini merupakan manifestasi pembangunan dalam membekali keterampilan dasar SDM daerah untuk berkembang dan memberikan kontribusi dalam pembangunan nasional,” ujar Himmatul.

“Program Beasiwa menjadi agenda jangka panjang menuju Indonesia emas tahun 2045 untuk mempersiapkan siswa siswi terdidik yang siap sebagai agent of change bagi pembangunan di daerah,” kata dia lebih lanjut.

Menariknya, program tersebut bukan hanya untuk siswa, tetapi bisa untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) ataupun tenaga kontrak lainnya sebagai peningkatan SDM pendidikan di Kabupaten Aceh Besar.

“Untuk ASN ada jalur beasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Ini merupakan program beasiswa perguruan tinggi untuk mengakui dan mengonversi pembelajaran, dari pendidikan formal, nonformal, informal, atau pengalaman kerja. Dengan demikian dia bisa melanjutkan pendidikan formal ke jenjang lebih tinggi,” tutur Himmatul.

Menurut dia untuk Kabupaten Aceh Besar rencananya APKASI menyiapkan kuota 15 orang untuk mengikuti program beasiswa luar negeri. Sedangkan untuk beasiswa dalam negeri sebesar 20 orang.

“Berbeda dengan beasiswa RPL, kami menyiapkan 100 orang,” ujar dia. (*)

Read more

Local News