Rabu, Desember 10, 2025

Undip Kembangkan Teknologi Pengolahan Air Limbah

Share

PanenTalks, Semarang – Universitas Diponegoro Semarang mengembangkan teknologi gelembung Nano-Mikro Plasma Ozon dalam proses oksidasi lanjut untuk pengolahan air limbah industri menjadi air higiene sanitasi.

Guru Besar dari Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro Prof. Dr. Muhammad Nur, DEA menerapkan, skala industri dan mengolah air limbah berguna kembali dalam kegiatan sehari-hari atau air higiene sanitasi.

“Universitas Diponegoro merupakan pengembang terdepan teknologi Gelembung Nano-Mikro Plasma Ozon,” kata dia, Sabtu 25 Oktober 2025.

Dia menerangkan, dalam pembuatan generator ozon kapasitas tinggi (125 gram/jam) bekerja sama dengan PT. Dipo Thechnology.

“Dalam ujicoba ini penelitian menggunakan limbah industri pangan dari pabrik pengolahan pasta cabai,” kata dia.

Tim Universitas Diponegoro menggunakan bak berkapasitas 5 meter kubik berisi air dan ditambahkan 10 kilogram pasta cabai sebagai contoh limbah dari pabrik pengolahan pasta cabai. Air limbah tersebut diolah menggunakan gelembung Nano-Mikro Plasma Ozon. Terjadi proses oksidasi lanjut memutus rantai-rantai polutan, termasuk rasa pedas cabai.

Hasil penelitian ini menghasilkan air higienis dapat memenuhi keperluan sehari-hari. “Target penelitian ini adalah mencapai tahap di mana air hasil olahan tersebut layak untuk diminum, tetapi kami masih jauh dari target tersebut. Meski begitu air yang sudah kita hasilkan dapat digunakan untuk kebutuhan sehari–hari,” kata dia.

Prof. Muhammad Nur juga membina para petani dan membentuk koperasi bernama Berkah Abadi Jaya. Koperasi menghimpun petani dengan lahan seluas 1.200 hektare. Hasil panen cabai para petani binaannya kerap melimpah bahkan berlebih.

“Kerja sama koperasi Berkah Abadi Jaya, Pemda Kabupaten Batubara Sumut dan Kementerian Koperasi” kata dia.

Dia melanjutkan, pada Oktober 2024 pabrik pengolahan pasta cabai telah beroperasi. Pabrik ini juga menggunakan teknologi gelembung nano-mikro plasma ozon untuk menghilangkan pestisida dari bahan baku cabai. Selain itu, penyimpanan bahan baku dengan kapasitas 15 ton. (*)

Read more

Local News